Tribunners
Guru Berkompetensi Multikultural
Guru mempunyai tanggung jawab besar terhadap peningkatan kompetensinya yang sudah dirumuskan dalam undang-undang guru dan aturan-aturan lainnya
4. Karena itu, pendidikan hendaknya juga meningkatkan pengembangan kedamaian dalam diri dan pikiran peserta didik sehingga dengan demikian mereka mampu membangun secara kokoh kualitas toleransi, kesabaran, kemauan. Dengan rekomendasi tersebut setiap negara dapat memperkuat eksistensinya dengan mempertahankan kohesi sosialnya.
Guru mempunyai tanggung jawab besar terhadap peningkatan kompetensinya yang sudah dirumuskan dalam undang-undang guru dan aturan-aturan lainnya. Hal ini dimaksud untuk mewujudkan pendidikan dengan roh multikultural.
Guru sudah semestinya menunjukkan reaktualisasi pendidikan berbasis multikultural. Karakteristik murid yang saat ini lebih dominan mengakses informasi dibandingkan orang dewasa yang cenderung pasif akan menjadi bola panas yang akan "meledak" jika tidak difasilitasi dengan tepat oleh guru.
Guru yang mewadahi pembelajaran dengan nuansa multikultural, maka murid yang akan secara mandiri membentuk karakter memahami, merespons, dan menghargai budaya yang berbeda. Kontribusi guru kepada muridnya memiliki pengaruh yang hampir sama besarnya dengan orang tua murid. Guru secara utuh memiliki karakter multikultural demi mewujudkan murid yang berkebinekaan global sehingga kekhawatiran akan isu global dapat ditangkal oleh guru yang berkompetensi multikultural di zaman yang serba digital. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220505_Ria-Anggreni-Kepala-SD-Negeri-6-Pangkalpinang.jpg)