Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Narkoba Terus Mengancam Masyarakat, Polres Pangkalpinang Siapkan Kampung Tangguh Anti Narkoba

Namun Dwi Budi Murtiono mengakui dalam pemberantasan narkotika, tidak cukup dengan sosialisasi ataupun penyuluhan.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Novita
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kapolres Pangkalpinang, AKBP Dwi Budi Murtiono 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Peredaran narkotika di Kota Pangkalpinang kini masih terus mengancam dengan menyasar berbagai kalangan mulai para pekerja, ibu rumah tangga, hingga menyentuh kalangan pelajar.

Bahkan dalam satu bulan terakhir, Polres Pangkalpinang pun telah berhasil mengamankan, setidaknya sabu-sabu seberat 156,64 gram, 518,34 ganja dan Inex seberat 2,83 gram.

"Pangkalpinang ini, apakah darurat narkoba atau seperti apa, kita akan lakukan penelitian lebih mendalam bekerja sama dengan instansi terkait seperti BNN Kota Pangkalpinang, ataupun universitas. Ini dilakukan agar kita bisa mendeteksi sejauh mana, peredaran narkotika menyebar dan sampai ditingkat mana penggunanya," kata Kapolres Pangkalpinang, AKBP Dwi Budi Murtiono, Senin (13/06/2022).

Mengantisipasi penyebaran narkotika khususnya di tingkat pelajar, pihaknya kerap melakukan sosialisasi kepada sekolah terkait bahayanya barang haram tersebut.

Namun Dwi Budi Murtiono mengakui dalam pemberantasan narkotika, tidak cukup dengan sosialisasi ataupun penyuluhan.

"Kalau sudah menyentuh anak SMP atau di bawahnya, berarti itu sudah sangat mengkhawatirkan. Kita sudah melakukan upaya seperti setiap kegiatan awal pembelajaran tingkat kuliah, SMA, SMP, kita sudah sering memberikan penyuluhan, atau tambahan pengetahuan tentang bahaya narkoba. Sepertinya ini masih harus kita tingkatkan, dan perlu perhatian semuanya," jelasnya.

Kini Polres Pangkalpinang tengah gencar menerapkan Kampung Tangguh Anti Narkoba, agar dapat menyentuh langsung kepada masyarakat untuk peduli dan sadar bahaya narkotika.

"Program yang sudah dicetuskan seperti Kampung Tangguh Anti Narkoba, mungkin kita akan perluas lagi sampai kepada titik di mana penyebaran narkoba bisa kita deteksi. Kampung Tangguh Anti Narkoba mewujudkan kepedulian, di lingkungan terkecil terhadap bahaya narkoba," bebernya.

Dwi Budi Murtiono juga mengatakan, dalam pemberantasan narkotika perlu ada kerja sama dengan berbagai instansi lain khususnya yang berada di Kota Pangkalpinang.

"Ini salah satu upaya kita bahwa peredaran narkotika di wilayah kita cukup banyak, sehingga perlu kewaspadaan dan kehati-hatian kita semua. Kami Polres hanya bisa mengimbau, ikut andil dalam bagian mengatasi itu. Kalau bagian besarnya kita harus bekerja sama, kolaborasi antar instansi agar semua juga ikut peduli," imbuhnya. ( Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved