Breaking News:

Tim Dosen dan Mahasiswa FDKI IAIN SAS Babel Gelar Penelitian di Desa Kurau

Program Studi Jurnalistik Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung,

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: M Ismunadi
IAIN SAS Babel
IST 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Program Studi Jurnalistik Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, melakukan penelitian Dosen bersama Mahasiswa Jurnalistik Islam (JI) dalam rangka Hibah Penelitian Fakultas yang dilakukan di Daerah Pesisir Desa Nelayan Kurau Barat, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (16/6/2022).

Penelitian dilakukan oleh Amrullah M.S.I, Atikah Dewi Utami M.Si, Rahayu Rahmadini M.I.Kom selaku Dosen Jurnalistik Islam dan Mahasiswa Jurnalistik Islam, Lisa melakukan observasi wawancara secara langsung mengenai UMKM yang telah berkembang dan maju di Desa Kurau. 

Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan usaha-usaha bidang pengolahan hasil tangkap nelayan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Amrullah, M.S.I  juga menyampaikan bahwa Program penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pelaksana UMKM dalam hal mempromosikan produk hasil UMKM di desa Kurau.

Diharapkan penelitian ini dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam mendiseminasikan konsep dan teori komunikasi dan pemasaran sehingga produk hasil UMKM dapat diketahui oleh masyarakat luas. 

"Pertumbuhan Usaha Mikro di Desa Kurau menunjukkan adanya peningkatan setiap tahunnya dimana sangat baik bagi kemajuan perekonomian daerah serta tempat untuk menyerap tenaga kerja dalam upaya mengurangi tingkat pengangguran," kata amrullah.

Implementasi adanya usaha mikro yang ada di Desa Kurau lebih pada dasarnya dalam rangka peningkatan kesetaaran hidup masyarakat, perluasaan lapangan kerja, pemerataan pendapat dan sumber pertumbuhan ekonomi. 

Dari sebagaian besar Usaha Kecil Menengah di Desa Kurau ini berfokus pada sektor industri olahan bahan baku makanan dari ikan. 

Hal ini dikarenakan daerah ini sangat dekat dengan laut dan mayoritas penduduk sebagai nelayan sehingga berbagai macam pemilik Usaha Kecil Menengah lebih memilih mengelola hasil laut menjadi olahan makanan berupa kemplang, keripik cumi, getas dan lainnya sebagai oleh-oleh khas daerah tersebut. 

Beberapa UMKM yang menjadi fokus pada penelitian ini yaitu “Bahek Ewaki, Mekar, Afifah, Amanah, Gurih DD, Anugerah Kite, Cie-Cie, Bara-Bara.”

Menurut pernyataan dari beberapa pemilik UMKM yang ada di Desa Kurau, penggunaan media dalam memasarkan produk UMKM dirasa kurang efektif karena konsumen memilih untuk langsung membeli produk tersebut di galeri yang telah disediakan.

"Jumlah pesanan akan meningkat pada saat menjelang hari Raya Idul Fitri dan Hari besar lainnya," ujar Ibu Kasmi. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved