Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Apoteker Sebut Efek Kecanduan Bisa Picu Bisnis Jual Beli Sabu Berkembang

Terlepas dari efek buruk terhadap tubuh penggunanya, memang ketergantungan adalah masalah terbesar dari penggunaan narkotika golongan 1 ini. 

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Tedja Pramana
Shutterstock
Ilustrasi sabu-sabu 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penumpang pesawat membawa 1 Kg sabu ditangkap saat keluar pintu kedatangan bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang pada hari Kamis (16/6/2022) kemarin.  

Apoteker Klinis dan Kepala Instalasi Farmasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah, Apt Sudarsono MSc (Clin Pharm) mengatakan efek kecanduan dari mengkonsumsi sabu dapat memicu bisnis jual beli berkembang.

"Ketergantungan ini juga menjadikan  banyak orang menjadikan bisnis jual beli narkotika sebagai sesuatu yang menggiurkan karena secara ekonomi demand atau pasarnya dapat dibuat dengan mudah," ujar Sudarsono, Sabtu (18/6/2022). 

Dia menjelaskan, sabu merupakan narkotika yang berbentuk seperti pecahan kaca atau batu putih kebiruan mengkilat. 

Sabu sebenarnya adalah kristal metamfetamin (+ )-(S)-N, α –dimetilfenetilamina) yang tercatat pada urutan No.61 daftar Narkotika Golongan I pada UU 35/2009 tentang Narkotika," 

Berdasarkan pasal 8 ayat 1 UU 35/2009, Narkotika Golongan I dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan karena mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. 

Dia menekankan terlepas dari efek buruk terhadap tubuh penggunanya, memang ketergantungan adalah masalah terbesar dari penggunaan narkotika golongan 1 ini. 

Sebab orang yang sudah mengalami ketergantungan terhadap obat ini akan melakukan apa saja untuk dapat memenuhi keinginan tubuh terhadap narkotika tersebut.

"Dengan menjebak para calon korbannya yang pada umumnya mengalami banyak tekanan dan kecemasan melalui iming-iming dari efek narkotika ini yang dapat menjadikan penggunanya lebih tenang. 

Orang- orang yang telah terjebak ini selanjutnya akan otomatis menjadi pengguna yang setia bahkan bisa jadi menjadi pengedar untuk memenuhi hasrat ketergantungannya setelah harta yang dimilikinya tidak dapat memenuhi keinginnanya," katanya. 

Namun, bagi para pecandu tentunya dapat dilakukan detoksifikasi untuk mengurangi atau menghilangkan ketergantungan terhadap narkotika jenis sabu ini. 

"Saya sarankan jika ada salah satu keluarga yang terindikasi sebagai orang yang mengalami ketergantungan narkotika sebaiknya segera melaporkan ke pihak yang berwajib untuk direhabilitasi sebelum tertangkap sebagai pengedar narkotika. Karena jika tertangkap sebagai pengedar narkotika, ancaman pidananya sangat berat," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved