Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Tegaskan Ratusan CPNS Tak Serta Merta Dapat Dilantik Jadi PNS, Ini Alasannya

Mereka dapat diangkat menjadi PNS apabila telah memenuhi syarat kesehatan jasmani dan rohani untuk diangkat menjadi PNS.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Fahrizal 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menekankan, dari 193 Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) yang telah lulus seleksi, tak semuanya dapat serta merta menjadi PNS. Sehingga mereka diimbau jangan senang terlebih dulu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah ( BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Fahrizal, mengatakan, memang tidak semua CPNS dapat diangkat menjadi PNS usai dinyatakan lulus seleksi. Pasalnya, ada syarat harus dipenuhi CPNS diangkat jadi PNS sebelum bisa resmi menjadi abdi negara.

Persyaratan dimaksud antara lain mengikuti dan lulus diklat prajabatan. Kemudian CPNS dinyatakan sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba.

"Mereka harus melewati masa percobaan selama satu tahun. Maka dari itu, mereka harus mengikuti pelatihan dasar (Latsar, red) CPNS. Dari segi kesemapatan dan segala macam," kata Fahrizal kepada Bangkapos.com, Senin (20/6/2022).

Fahrizal menjelaskan, CPNS juga harus menjalani masa percobaan minimal satu tahun dan paling lama dua tahun sejak diangkat menjadi CPNS. Hal itu sebagaimana Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengangkatan CPNS.

Mereka dapat diangkat menjadi PNS apabila telah memenuhi syarat kesehatan jasmani dan rohani untuk diangkat menjadi PNS. Hal tersebut dinyatakan dalam surat keterangan yang dikeluarkan oleh dokter penguji. Selain itu, mereka juga harus dinyatakan telah lulus pendidikan dan pelatihan prajabatan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.

"Jadi kalau lulus pelatihan langsung kita lantik. Kalau tidak lulus, kita berhentikan," tegas dia.

Saat ini, lanjutnya, 193 CPNS sendiri akan mengikuti latsar selama tiga sampai empat bulan ke depan. Hal itu sebagaimana surat edaran Pemerintah Kota Pangkalpinang Nomor 800/ BKPSDMD/V/2022 tentang Penyampaian Pembelajaran Secara Mandiri dengan Metode Massive Open Online Course (MOOC).

Latsar ini penting sebagaimana memperhatikan peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Latsar.

Seperti diketahui, pengembangan kompetensi SDM dibutuhkan dalam mendukung kemampuan setiap organisasi untuk melakukan adaptasi.

Tujuannya untuk membentuk karakter para CPNS, mengingat para peserta berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda.

"Mereka sudah bekerja, dan tinggal menunggu latihan dasar tunggu jadwal. Karena mereka mulai Bulan Agustus akan latihan, kurang lebih tiga sampai empat bulan," ujarnya.

Latsar CPNS sendiri akan dilakukan dengan memadukan proses pembelajaran tatap muka di dalam kelas, dengan proses pembelajaran secara daring atau disebut blended learning. Blended learning akan dilakukan melalui tiga bagian pembelajaran, yakni pelatihan mandiri (MOOC), distance learning (pembelajaran jarak jauh) dan pembelajaran klasikal.

CPNS dapat mengakses pelatihan mandiri MOOC Swajar dari LAN RI, dengan mengakses website http://swajar-asnpintar.lan.go.id/. Proporsi pembelajaran juga sebanyak tiga jam per hari. Dalam latsar CPNS dibebastugaskan dari pekerjaannya serta pelaksanaan yang fleksibel

"Latsar sendiri akan menerapkan blended learning baik secara online dan tatap muka," imbuh Fahrizal.

Oleh karena itu, peserta latsar untuk dapat mengikuti kegiatan itu dengan seksama agar lulus dengan nilai yang memuaskan.

"Jadi ini wajib, karena ini juga untuk penilaian bagi CPNS itu sendiri sebelum dilantik jadi PNS. Kalau PPPK hanya orientasi saja pengenalan ke lingkungan sekolah baru dan langsung kerja," kata Fahrizal. ( Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved