Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Puan Ingatkan Pemerintah Daerah di Bangka Belitung Antisipasi Munculnya Varian Omicron Baru    

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Puan Maharani meminta agar masyarakat berhati-hati dan tidak panik pada penularan Virus

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Puan Maharani. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Puan Maharani meminta agar masyarakat berhati-hati dan tidak panik pada penularan Virus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia. Diakui dia memang sejumlah daerah terjadi lonjakan varian baru tersebut.

“Jadi harus hati-hati, karena ada varian baru. Kemarin Omicron kalau kena hanya tidak sampai satu minggu, tetapi ada varian baru omicron BA.4 dan BA.5 lebih lama,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (20/6/2022).

Imbauan Politikus PDI-P tersebut dilakukan agar masyarakat tidak lengah mengingat ancaman subvarian virus baru ini disebut lebih tinggi dibandingkan Omicron sebelumnya. Bahkan data dari Kementerian Kesehatan menemukan bahwa tingkat keparahan suvarian BA.4 dan BA.5 Omicron bisa seperti varian Delta.

Menurutnya ada beberapa gejala yang ditimbulkan oleh varian baru ini, mulai dari flu, batuk hingga kelelahan yang cukup parah. Bahkan tingkat kesembuhan juga cukup lama mencapai 10 hari.

“Berdasarkan laporan yang saya dapat dari Kementerian Kesehatan sembuhnya itu tidak cepat rata-rata itu satu minggu bahkan sampai 10 hari. Memang untuk gejalanya ringan tidak seperti delta,” terang Puan.

Sambung dia, peran serta masyarakat dalam mengatasi penyebaran virus sangat penting. Dia pun mengingatkan agar masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pemerintah daerah juga harus meningkatkan cakupan vaksinasi, baik vaksin primer maupun booster atau penguat.

Skrining juga harus dilakukan untuk melindungi masyarakat yang masuk dalam kategori rawan, seperti lanjut usia (lansia), anak-anak, dan kelompok komorbid atau dengan riwayat penyakit penyerta.

“Jadi kalau sudah mulai pilek sudah mulai batuk jangan bilang itu hanya flu, lebih baik dites. Karena setiap penyakit itu bahwa setiap penyakit ada efek sesudahnya. Jadi lebih baik kita menjaga diri kita supaya tidak terpapar,” ujarnya.

Walaupun begitu, Puan turut mengingatkan pemerintah daerah yang ada di Provinsi Bangka Belitung agar mengantisipasi berbagai skenario yang mungkin terjadi akibat virus Omicron BA.4 dan BA.5.

Para pakar sudah mengingatkan pentingnya jangkar pengamanan untuk menghambat penyebaran Covid-19, termasuk Omicron BA.4 dan BA.5. Sehingga kerja sama seluruh elemen dapat membantu agar subvarian virus tersebut tidak terus berkembang.

“Ini harus hati-hati dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak harusnya akan lebih mudah untuk menjaga atau menekel dan mengantisipasi hal-hal seperti itu. Karena apabila kena dengan jumlah penduduk yang tidak banyak jadi bahaya,” kata Puan. ( Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

 

 
 

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved