Breaking News:

Berita Bangka Barat

BPBD Bangka Barat Minta Warga di Pesisir Pantai Waspada Gelombang Tinggi, Rawan Terjadi Banjir Rob

Masyarakat pesisir pantai Bangka Barat diimbau meningkatkan kewaspadaan tingginya gelombang tinggi guna mengantisipasi terjadinya banjir rob.

Penulis: Yuranda | Editor: Novita
Bangkapos.com/Yuranda
Kondisi Kampung Tanjung Laut, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Bangka Barat, yang rawan terjadi banjir rob, Rabu (22/6/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, meminta masyarakat pesisir pantai dapat meningkatkan kewaspadaan tingginya gelombang tinggi.

Kepala BPBD Bangka Barat, Achmad Nursandi, mengatakan, masyarakat harus waspada dan memperhatikan cuaca lantaran beberapa daerah di wilayah Kecamatan Muntok ketap terjadi bencana banjir rob.

"Kepada masyarakat yang berada di pesisir pantai, khususnya di Pantai Tanjung Laut, agar waspada akan gelombang tinggi dan air laut pasang, lantaran daerah tersebut rentan terjadi banjir rob," kata Achmad kepada Bangkapos.com, Rabu (22/6/2022).

Meningkatkan kewaspadaan, lanjutnya, diperlukan guna mengantisipasi barang-barang yang berharap terendam air laut agar bisa diselamatkan ke tempat lebih tinggi.

Selain itu, pihaknya juga selalu menyiagakan anggota BPBD di posko untuk memantau titik yang rawan banjir rob.

"Anggota selalu siap siaga di posko guna memantau di titik yang rawan banjir rob. Kemudian, kalau gelombang tinggi kami akan standby di titik rawan banjir tersebut," kata dia.

Selain kesiapan anggota, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan TNI/Polri dan relawan untuk mengevakuasi masyarakat apabila banjir tidak bisa ditangani.

"Selalu berkoordinasi dengan TNI-Polri dan relawan untuk memantau dan mengevakuasi barang-barang apabila terendah air. Sekitar 74 rumah yang harus diantisipasi di daerah tersebut, itu rutin banjir rob," jelasnya.

Mengenai langkah yang diambil ke depan, pihaknya sudah mendiskusikan permasalahan ini kepada kepala daerah. Dalam diskusi tersebut ada beberapa alternatif, di antaranya perencanaan jangka panjang seperti merelokasi warga ke tempat lain.

"Selain itu, bisa dilakukan upaya lainnya yang bisa menahan gelombang laut atau air pasang agar tidak masuk ke permukiman, sehingga tidak terjadi banjir rob," ucapnya. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved