Breaking News:

Direktur Pascsarjana IAIN SAS Babel Jadi Pembicara Bedah Buku Metafisika Tasawuf Islam

Direktur Pascasarjana IAIN SAS  Bangka Belitung Prof. Dr. Hadarah, M.Ag Jadi Pembicara acara bedah buku Metafisika Tasawuf Islam.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: M Ismunadi
IAIN SAS Babel
IST 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Direktur Pascasarjana IAIN SAS  Bangka Belitung Prof. Dr. Hadarah, M.Ag Jadi Pembicara acara bedah buku Metafisika Tasawuf Islam Maha Karya Prof. Dr. H. Saidi Syekh Kadirun Yahya  dalam rangka Gebyar Hari Keputeraan Ke- 105 Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan.

Pembedah salah satu buku dari sejumlah buku yang dibedah selama 3  hari, senin sampai dengan Rabu (20-22/6/2022).

Peserta yang tergabung ribuan orang yang hadir secara offline, Live strimming  Youtube dan Zoom meeting.

Acara dihadiri peserta dari Negara Malaysia, Amerika, Singapura dan seluruh Nusantara.

Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya MA., M.Sc pernah menjabat sebagai Rektor UNPAB, Seorang Filosuf dan Sufi Besar di tanah air yang ahli eksakta, seorang peneliti, seorang jenderal, Guru Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah. 

Adapun hal-hal yang menarik dibahas dalam bedah buku ini, yaitu Teknologi Metafisika Al-Qur’an dan Metodologi Pemikiran, Metafisika Science & Tasawuf. S

Sehingga menghasilkan tiga pilar penting dari kedua buku tersebut yaitu, peran tasawuf terhadap teknologi modern, peran tasawuf bagi umat manusia, hubungan zikir dengan perbaikan akhlak.

Menurut Prof. Dr. Hadarah, M.Ag dirinya sangat bersyukur diundang untuk membedah Buku karya Maha Karya Prof. Dr. H. Saidi Syekh Kadirun Yahya.

Ia menegaskan bahwa melalui thariqat inilah para Sufi melatih jiwanya yang kotor dan sifat egois, tamak serakah, dengki, pendendam, ambisi jabatan dan sebagainya.

Sifat inilah yang membuat jiwa manusia menjadi kotor dan perlu disucikan, ucapnya.

Harapan Pembedah Buku Metafisika Tasawuf Islam  semoga Potret Kajian kali ini terhadap Serpihan Buah Pemikiran YM Ayah Handa Saidi Syekh Kadirun Yahya yang bertakjut Metafisika Tasawuf Islam” dapat terurai walau sangat jauh dari rangkaian isi buku secara menyeluruh, namun secara bertahap dikaji dan dikaji bahkan semakin lebih luas.

Sebagai Guru Besar bidang Ilmu Akhlak Tasawuf, sayapun merasa sangat terbatas memberikan pemaknaan atas kalimat demi kalimat, bab demi bab.

Karena Bahasanya sangat Filosofis, selain itu isi buku diukir berdasarkan pengalaman rohani YM Prof.Dr. Kadirun Yahya sehingga siapun tak dapat menyentuh makna yang hakikinya kecuali pamahaman sesuai kadar keilmu pembacanya saja.

"Semoga ada manfaatnya, jika manfat itu muncul maka itu adalah semata-mata milik Allah Yang Maha Kuasa, dan jika mudorat itu muncul maka itu adalah semata-mata kelalaian saya. Jika ada jarum yang patah jangan disimpan dalam petih, jika ada kata yang salah jangan lupa memaafkannya. Semoga ada manfaatnya dan di lain kesempatan kita dapat berbincang lebih dalam dan lebih banyak," tutupnya. (Advertorial)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved