Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Babel Terima 800 Dosis Vaksin dari Kementan, Bukan Diperuntukan Bagi Hewan Kurban

Hewan yang sudah sakit PMK dan berhasil pulih, tidak diberikan vaksinasi lantaran di dalam tubuhnya sudah terdapat antibodi alami terhadap virus PMK.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Ratusan ekor sapi di Pangkalpinang dinyatakan telah sembuh dari PMK. Foto diambil Jumat (24/6/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bangka Belitung menerima vaksin penyakit mulut dan  kuku (PMK) untuk hewan ternak sapi sebanyak 800 dosis vaksin dari Kementrian Pertanian (Kementan) RI.

Demikian disebutkan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh Judnaidy. Menurutnya yang menjadi sasaran vaksinasi bukanlah hewan kurban yang akan dipotong saat Idul Adha nanti.

Dia menyebut, 800 dosis vaksin itu akan disebarkan ke beberapa daerah di Bangka Belitung, lebih diutamakan daerah hijau atau belum ada kasus dengan basis kecamatan.

"UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) menerima 200 dosis vaksin yang kita berikan hari ini. Kabupaten Belitung 100 dosis yang kita berikan hari ini juga. Kabupaten Bangka Tengah menerima 200 dosis, Kabupaten Bangka Selatan 100 dosis, Kabupaten Bangka Barat 100 dosis dan Kabupaten Bangka 100 dosis," ujar Judnaidy kepada Bangkapos.com, Senin (27/6/2022).

Judnaidy menegaskan, untuk hewan yang sudah sakit PMK dan berhasil pulih, tidak diberikan vaksinasi lantaran di dalam tubuhnya sudah terdapat antibodi alami terhadap virus PMK.

"Vaksinasi ini tujuannya untuk hewan-hewan yang sehat, jadi target tiap vaksinasi adalah kepada hewan yang memang memiliki nilai ekonomi tinggi atau dalam hal ini untuk mengamankan aset," jelasnya.

Kata Judnaidy, vaksinasi akan diprioritaskan pada sapi bibit dan pada sapi perah.

"Vaksinasi PMK pada hewan yang sudah sembuh dari PMK akan dilakukan enam bulan setelah pemulihan. Vaksinasi PMK akan dilakukan tiga kali pada tiap hewan ternak. Vaksinasi kedua dilakukan sekitar empat minggu setelah vaksinasi pertama, dan vaksinasi ketiga dilakukan enam bulan setelah vaksinasi kedua," tuturnya.

Selanjutnya, kata Judnaidy vaksinasi akan dilakukan setiap tahun dalam rangka eradikasi hingga Indonesia kembali bebas dari PMK.

Hingga kini berdasarkan data harian kasus PMK masih 292 ekor hewan ternak sapi yang terpapar, dengan total terpapar 2.534 ekor sapi di Babel. Sementara kambing total yang terpapar PMK 87 ekor.

Diakui Judnaidy, jumlah vaksinasi hingga saatnya masih sangat kurang. Mengingat sebelumnya Bangka Belitung meminta untuk 15 ribu dosis vaksin namun baru tersalurkan 800 dosis.

"Kita minta semua sapi di Babel untuk di vaksin supaya sapi-sapi di Babel aman sehingga peternak tenang. Melalui vaksinasi ini kita harapkan dapat membantu mencegah penyebarluasan penyakit, terutama di sentra peternakan sapi perah dan wilayah sumber bibit ternak," bebernya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved