Jumat, 10 April 2026

Berita Bangka Selatan

Bupati Bangka Selatan Sidak Sebuah Peternakan Sapi, Tak Ditemukan Hewan Terjangkit PMK

Pemantauan dan sidak peternakan sapi dilaksanakan dalam rangka antisipasi wabah PMK menjelang Hari Raya Iduladha.

Penulis: Adi Saputra | Editor: Novita
Bangkapos.com/Adi Saputra
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, melakukan sidak di sebuah peternakan sapi di Baher Kecamatan Toboali, Selasa (28/6/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Maraknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan sapi, kambing, kerbau dan hewan lain, menjadi perbincangan serta kewaspadaan di kalangan masyarakat.

Untuk mengantisipasi adanya penyebaran PMK semakin meluas, Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid dan rombongan, melakukan sidak di sebuah peternakan sapi di daerah Baher Kecamatan Toboali, Selasa (28/6/2022).

"Kami hari ini meninjau secara langsung situasi dan kondisi hewan ternak terkait adanya wabah PMK, khususnya di Basel, yaitu Bapak Yanto, yang menjual hewan sapi lokal untuk dijual di pasaran. Kenapa saya memilih tempat ini, karena kami lihat mereka sangat banyak menjual hewan sapi di wilayah Basel," kata Riza

"Antisipasi adanya wabah PMK, jadi kami cek langsung ke sini. Alhamdulillah tadi dari kebersihan, makanan, vitamin hingga hewannya, aman dan kami tidak temukan hewan sapi yang terjangkit PMK di peternakan Bapak Yanto," jelasnya

Pemantauan dan sidak peternakan sapi dilaksanakan dalam rangka antisipasi wabah PMK menjelang Hari Raya Iduladha.

"Ada 60 ekor sapi lokal di peternakan hewan Yanto tadi, sedangkan stok daging sapi di Basel masih aman hingga saat ini. Saya juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin berkurban, agar membeli hewan kurban yang berasal dari lokal, terutama di Basel, karena menjaga kualitas dari hewan yang ingin dikurbankan," ucap Riza

Yanto, seorang peternak sapi di Bangka Selatan, mengemukakan, hewan sapi berasal dari lokal, dan harga untuk tahun ini mengalami kenaikkan menjelang Hari Raya Iduladha.

"Sapi yang kita jual berasal dari lokal. Sedangkan untuk harga mengalami kenaikan 15 persen dari harga sebelumnya Rp21 juta menjadi Rp24,5 juta per ekor sapinya," kata Yanto

Sementara itu, menurut data dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Bangka Selatan, per tanggal 27 Juni 2022, jumlahseluruh populasi hewan sapi 2.448 ekor.

Sedangkan yang terjangkit wabah PMK 105 ekor, jumlah yang sembuh 77 ekor dan 28 ekor masih sakit yang berasal dari Madura. (Bangkapos.com/Adi Saputra)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved