Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sempat Kabur, Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Asal Kurau Akhirnya Serahkan diri ke Polda Babel

Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti 25 jeriken berisi BBM jenis solar, satu buah timbangan warna hijau dan satu buah corong merah.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
IST/Dokumentaso Humas Polda Babel
Ma alias Heli (44), pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi menyerahkan diri ke kantor Direktorat Polairud Polda Bangka Belitung pada Rabu (29/6/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi berinisial Ma alias Heli (44), menyerahkan diri ke kantor Direktorat Polairud Polda Bangka Belitung pada Rabu (29/6/2022).

Ma alias Heli, merupakan warga Jalan Baru RT4 Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.

"Saat ini sudah diamankan. Ma alias Heli adalah pelaku penyalagunaan BBM Bersubsidi jenis solar, yang sebelumnya sempat melarikan diri pada saat penangkapan di SPDN Desa Kurau beberapa bulan yang lalu," kata Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi, Kamis (30/6/2022) siang.

Kronologisnya pengungkapannya berawal pada akhir Maret 2022 yang lalu.

Anggota Subdit Gakkum Dit Polairud mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya kegiatan penyelewengan BBM jenis solar dari SPDN Kurau yang akan dijual ke para penambang.

Selanjutnya, pada Jumat (1/4/2022), anggota Subdit Gakkum, langsung menuju ke SPDN Kurau untuk melakukan penyelidikan dan melihat adanya aktivitas di SPDN Kurau.

"Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku Ma alias Heli ini melarikan diri dan meninggalkan 25 jeriken yang berisikan BBM jenis solar," kata Maladi.

"Dan akhirnya, pada tanggal 29 Juni 2022, Ma alias Heli menyerahkan diri ke kantor Direktorat Polairud, dan pelaku langsung diamankan," lanjutnya.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti 25 jeriken berisi BBM jenis solar, satu buah timbangan warna hijau dan satu buah corong warna merah.

"Dari hasil gelar perkara yang dilaksanakan, terhadap pelaku dapat dipersangkakan melanggar mengenai setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi pemerintah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi," jelasnya. ( Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved