Breaking News:

Berita Sungailiat

Kabupaten Bangka Terima 100 Dosis Vaksin PMK, Difokuskan di Daerah Zona Hijau

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka saat ini baru menerima 100 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK).

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
Ternak sapi di Kabupaten Bangka. Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka saat ini baru menerima 100 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka saat ini baru menerima 100 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Vaksin PMK ini berguna  untuk membantu mencegah penularan virus PMK pada ternak sapi di Kabupaten Bangka.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Syarli Nopriansyah melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Krisna Ningsih mengatakan sebanyak 100 dosis vaksin PMK yang diterima dari Pemprov Babel ini digunakan untuk menyuntik 96 ekor sapi.

"Sapi yang mendapat suntik vaksin PMK difokuskan di daerah zona hijau atau daerah yang belum ditemukan paparan wabah PMK, seperti di Kecamatan Riau Silip, Bakam  dan Puding Besar," kata Krisna Ningsih, Jumat (01/07/2022).

Baca juga: Tak Terawat dan Rusak, Dua Blok Rusunawa Tak Terpakai, Untuk Perbaikan Butuh Dana Rp7,2 Miliar

Baca juga: Jelang Idul Adha, Kasus PMK di Kabupaten Bangka Bertambah 118 Ekor Sapi

Dijelaskannya, ternak sapi yang mendapatkan layanan suntik vaksin PMK ini semuanya untuk sapi hasil 
budidaya masyarakat dengan usia minimal tiga bulan ke atas.

"Begitu juga untuk sapi yang dalam proses hamil di atas dua bulan diperbolehkan mendapat vaksin PMK ini,"
ujar Krisna.

Baca juga: Server ETLE di Pangkalpinang Alami Gangguan, Pelanggar Tak dapat Bayar Denda, Ini Penyebabnya

Baca juga: Kak Seto Geram Dengar Dua Kakak Beradik Jadi Korban Rudapaksa Teman Ayah di Sungailiat Bangka 

Diungkapkannya, dari jadwal vaksinasi maka untuk pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga kali, yakni terhitung satu bulan dari vaksin pertama dan dilanjutkan vaksin kedua, sedangkan vaksin ketiga diselang waktu enam bulan ke depannya.

"Untuk tahapan pelaksanaan vaksin tahap kedua maupun ketiga dilakukan setelah mendapat pasokan vaksin dari Pemprov Babel, mengingat ketersediaan jumlah vaksin terbatas," jelasnya.

Diungkapkannya, varian PMK di Bangka Belitung masuk dalam katagori wabah setelah ditemukan ribuan suspek PMK pada sapi yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten, termasuk di Pulau Belitung.

Diketahui jumlah kasus PMK di Kabupaten Bangka  mencapai 610 ekor sapi, di mana 465 ekor sapi 
sembuh, 124 ekor sapi masih sakit, tiga ekor sapi mati dan 18 ekor sapi dimusnahkan atau potong paksa.

( Bangkapos.com'> Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved