Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Harga Cabai Rawit Semakin Melambung, Tembus Rp170 Ribu per Kg 

Harga cabai rawit di Pasar Pangkalpinang tak kunjung turun. Harga cabai rawit di pasar kota ini masih bertengger pada kisaran Rp170 ribu per Kg.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Pedagang cabai di Pasar Induk Pembangunan Pangkalpinang, Minggu (3/7/2022). (Bangkapos.com/ Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Harga cabai rawit di Pasar Pangkalpinang tak kunjung turun. Harga cabai rawit di pasar kota ini masih bertengger pada kisaran Rp170 ribu per Kg.

Padahal sebelumnya Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan memprediksi komoditas cabai dan bawang merah akan mengalami penurunan harga mulai Bulan Juli.

Fatkanyahingga kini, Minggu (3/7/2022), harga cabai malah semakin melambung. Di Pasar Induk Pembangunan Pangkalpinang, misalnya, belum ada penurunan. Begitu juga harga cabai merah panjang masih menyentuh harga Rp120 ribu.

"Belum ada penurunan kalau sampai sekarang, masih stabil harga segitu. Kami stok juga terbatas, ambilnya ga berani banyak-banyak," ujar Pedagang di Pasar Induk Pangkalpinang, Erwandi kepada Bangkapos.com, Minggu (3/7/2022).

Menurutnya, harga cabai yang naik drastis membuat para konsumen mengurangi pembelian. "Kami juga ga berani ngambil stok banyak-banyak. Karena yang beli tu dikit-dikit, paling cuma seons (satu ons -red), kadang kalau ada yang mau beli Rp5 ribu kami juga bingung takarannya gmana," jelasnya.

Begitu juga komoditi lain seperti bawang merah menurut Erwandi belum ada penurunan. Harga bawang merah per kilogramnya masih berkisar Rp70 ribu. Sedangkan harga bawang putih masih Rp25 ribu.

"Kadang kami juga kasian sama orang beli tu. Mereka ngeluh mau beli banyak mahal, tapi beli dikit kurang," sebutnya.

Sementara, pedagang ayam geprek di Jalan Ahmad Yani Pangkalpinang terpaksa mengurangi penggunaan cabai di tokonya.

Seperti yang diutarakan Putri (34), pengelola warung ayam geprek di kota ini. Menurutnya dampak kenaikan harga cabai cukup terasa buat pedagang penganan. Tak heran mereka  tak henti-hentinya mengeluhkan harga cabai yang makin mahal. 

Melambungnya harga cabai memberatkan dan berpotensi merugikan jualannya. Dia menyebut harga cabai saat ini sudah tidak lagi masuk akal. 

"Cabai mahal banget, masa harganya sama dengan daging. Ini gimana, kami beli sekilo lumayan terasa sampai Rp170 lah bingung mau naikan harga nanti orang marah," ujar Putri kepada Bangkapos.com, Minggu (3/7/2022).

Sementara itu harga cabai yang tak kunjung turun sangat menyulitkan pedagang dan masyarakat. Sebab kondisi seperti ini sudah berlangsung lama harga.

"Ini sudah berlangsung lama. Kapan harga cabai akan kembali rendah, kami terpaksa mengurangi pemakaian cabai rawit ganti sama cabai besar lebih banyak. Jadi imbasnya rasa pedasnya berkurang," katanya. ( Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 

 

 


 

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved