Breaking News:

Berita Bangka Barat

Dinsos Bangka Barat Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana Puting Beliung di Parittiga

Diketahui, perisitiwa bencana alam puting beliung itu terjadi pada Sabtu (2/7/2022) menyebabkan delapan rumah mengalami rusak di bagian atapnya.

Penulis: Yuranda | Editor: Novita
Ist/Dokumentasi Dinsos
Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat, menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam puting beliung di Dusun Jampan, Desa Kelabat, Parittiga, Babar, Senin (4/7/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat, telah menyalurkan bantuan kepada delapan rumah yang mengalami bencana alam puting beliung di Dusun Jampan, Desa Kelabat, Parittiga, Bangka Barat, Senin (4/7/2022).

Diketahui, perisitiwa bencana alam puting beliung itu terjadi pada Sabtu (2/7/2022) menyebabkan delapan rumah mengalami rusak di bagian atapnya.

Bantuan yang diberikan Dinas Sosial bersumber dari Kementerian Sosial, berupa, selimut, kasur, matras, terpal, makanan, lauk siap saji, food ware, dan peralatan dapur.

Sedangkan, bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebanyak 10 paket jaminan hidup (jadup) berupa sembako, yakni beras lima kilogram.

Selain itu, minyak goreng satu liter, gula satu kilogram, ikan kaleng lima kaleng, mi instan 20 bungkus, kecap manis satu botol, dan saos sambal satu botol.

Kepala Bidang (Kabid) Linjamdayasos, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat, Saiful Fahmi, mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan korban bencana puting beliung di Dusun Jampan.

Bantuan yang diberikan berupa jaminan pelengkap tidur, alat dapur, sembako dan terpal. Sementara bahan material atau bangunan belum bisa diberikan lantaran tidak ada anggarannya.

"Untuk bahan bangunan rumah (BBR) kita belum ada anggarannya, jadi untuk penanganan materialnya kemungkinan besar dari dinas terkait. Kemungkinan ke depannya akan direncanakan," kata Saiful Fahmi di ruangannya, Senin (4/7/2022).

Katanya, bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang terkena bencana alam tersebut bersumber dari dana APBN atau Kementerian Sosial dan APBD Kabupaten Bangka Barat.

"Kalau dari APBN berupa sandang pangan dan dari APBD berupa jaminan hidup berupa sembako dan sebagainya," ujarnya.

Sementara itu, menganggarkan dana BBR untuk rumah yang terdampak bencana skala kecil saja, seperti akibat puting beliung dan kerusakannya hanya dua lembar asbes. Namun untuk bencana skala besar belum bisa.

"Kalau skala kecil seperti dua lembar asbes yang terbang itu, bisa kita tangani dan itu memang ada di peraturan Kemensos. Dan bisa dibantu Tim Tagana untuk memperbaiki," ungkapnya.

Saiful Fahmi menjelaskan, kalau jaminan hidup korban bencana alam pihaknya akan menangani guna membantu mengurangi dampak kerugian ataupun bencana itu secepatnya mungkin.

"Kita bantu terpal, kemudian lengkap di situ, ada matras untuk tidur juga. Jaminan hidup satu paket, jadi satu paket kita berikan sesuai dengan jumlah jiwa dalam keluarga. Misalnya, satu keluarga ada delapan orang, jadi paketnya untuk delapan orang," ucapnya. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved