Breaking News:

Masyarakat Desa Kelabat Antusias Turunkan Kematian Ibu dengan Deteksi Dini Risiko Kehamilan

Jurusan Kebidanan Poltekkes Pangkalpinang melalui kegiatan pengabdian masyarakat, melakukan pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: M Ismunadi
Ist
Jurusan Kebidanan Poltekkes Pangkalpinang melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, melakukan pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam deteksi dini risiko kehamilan di Desa Kelabat, Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kabupaten Bangka Barat merupakan daerah yang masih memiliki AKI yang tinggi. 

Tahun 2019 tercatat 5 kasus AKI dengan 2 kasus diantaranya adalah perdarahan. di Tahun 2020 terdapat AKI di salah satu wilayah kerja Puskesmas Puput yaitu Desa Kelabat

AKI terjadi dikarenakan terjadinya keterlambatan dalam proses pengenalan kondisi bahaya ibu sehingga terlambat dalam proses rujukan atau yang lebih dikenal dengan istilah 3 terlambat. 

Salah satu kegiatan awal dari seluruh upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir adalah melalui deteksi risiko (skrining) kehamilan yang dilakukan pada semua ibu hamil.

Skrining pada ibu hamil dinilai sebagai permulaan dari upaya pro-aktif pada persalinan aman dengan dampak penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir.

Salah satu alat bantu yang dinilai dapat mendeteksi risiko pada ibu hamil adalah dengan menggunakan lembar Kartu Skor Poedji Rochjati atau yang sering disingkat dengan KSPR. 

KSPR selain dinilai efektif dalam menilai deteksi yang dimiliki oleh seorang ibu hamil juga dapat dengan mudah digunakan oleh kader desa. KSPR ini dapat digunakan oleh tenaga kesehatan, kader posyandu, dukun, suami, dan keluarga yang telah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakannya.

Jurusan Kebidanan Poltekkes Pangkalpinang melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, melakukan pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam deteksi dini risiko kehamilan di Desa Kelabat.

Kegiatan ini berlangsung dari Januari sampai Juli tahun 2022. Masyarakat mulai dari perangkat desa, bidan desa serta kader melakukan diskusi dengan maksud mencari cara untuk mencegah agar kematian ibu tidak lagi terulang di wilayahnya.

Kegiatan yang dilakukan oleh 4 orang bidan dari Poltekkes Pangkalpinang yang terdiri dari Eka Safitri Yanti, Ayi Diah Damayani, Liana Devi Oktavia dan Rohmatun Karimah ini berfokus pada pemberdayaan seluruh komponen desa sehingga terbentuk sistem yang dapat mendeteksi risiko ibu hamil secara dini. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved