Sama-sama Bayar Ratusan Juta, Ini Bedanya Haji Furoda dan Haji Plus
Haji Furoda dan Haji Plus adalah merupakan haji khusus tanpa harus mengantri puluhan tahun, tapi ada perbedaan antara keduanya.
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Sebanyak 46 Warga Negara Indonesia (WNI) calon jemaah haji furoda dideportasi dari Tanah Suci karena masalah Visa.
Diberitakan Kompas.com, 46 WNI itu dipulangkan setelah sebelumnya menumpang pesawat Garuda Indonesia dan tiba di Jeddah pada Kamis, 23.20 waktu Arab Saudi.
Puluhan calon haji itu menggunakan jasa dari perusahaan travel bernama PT Alfatih Indonesia Travel yang tidak terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Sementara sebanyak 4.000-an jemaah calon haji furoda batal diberangkatkan ke Tanah Suci karena kehabisan kuota visa internasional.
Padahal 4 ribuan Haji Furoda itu telah membayar berkali-kali lipat agar bisa naik haji tahun 2022 ini
Pelaksanaan haji furoda pun langsung jadi sorotan.
Sama-sama bayar ratusan juta, apa sih perbedaan haji furoda dan haji plus?
Keduanya memang merupakan haji khusus tanpa harus mengantri puluhan tahun.
Baca juga: Ini Dia Warung Bakso yang Paling Diburu oleh Jemaah Haji Indonesia saat di Makkah, Arab Saudi
Berikut ulasannya melansir dari beberapa sumber.
Haji Furoda
Haji furoda atau haji Mujamalah adalah program haji tanpa antre, dengan menggunakan Visa Haji Furoda atau Visa Haji Mujamalah (undangan) yang resmi dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Haji furoda tidak menggunakan kuota haji khusus atau reguler yang telah diberikan kepada pemerintah Indonesia, sehingga biasa disebut juga sebagai haji non kuota.
Haji non kuota ini diselenggarakan secara mandiri (non pemerintah) oleh asosiasi travel yang bekerjasama dengan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
Sesuai dengan kelebihannya, yaitu tanpa antre atau bisa langsung berangkat di tahun yang sama, haji furoda juga memiliki biaya lebih besar berkali lipat dibandingkan haji reguler.
Secara umum, biaya haji furoda dibanderol sekitar kurang lebih Rp 250 juta - Rp 300 juta per orang, tergantung fasilitas yang didapatkan.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, beberapa kelebihan dari haji furoda adalah bisa berangkat pada tahun yang sama, tanpa harus antre seperti haji reguler maupun haji khusus (paket haji plus).
Selain itu, calon jamaah bisa meningkatkan kualitas dan fasilitas selama haji, serta durasinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga lebih singkat dibandingkan haji reguler.
Adapun kekurangannya tentu karena biaya yang jauh lebih mahal dibandingkan haji reguler atau haji khusus yang diselenggarakan Kementerian Agama RI.
Lalu, persetujuan terbit atau tidaknya visa haji furoda memang diberitahukan hanya beberapa minggu sebelum keberangkatan, sehingga semuanya serba mendadak.
Baca juga: Intip Daftar Tunggu Haji Reguler Terbaru, Paling Lama Harus Nunggu Nyaris Satu Abad, Kok Bisa?
Haji Plus
Sementara Haji Plus atau biasa disebut ONH (Ongkos Naik Haji) Plus adalah haji kuota pemerintah dengan masa tunggu 5 sampai 7 tahun, sesuai dengan kuota daerah masing-masing.
Haji ini merupakan kuota pemerintah yang sifatnya percepatan.
Biaya untuk keberangkatan haji ONH Plus biaya visanya bisa empat kali lebih mahal dari biaya reguler.
Dilansir dari salah satu agen travel, haji plus 2023 dipatok harga 9.000 USD atau sekitar Rp 130 juta.
ONH Plus dan haji reguler tentunya memiliki perbedaan dari segi fasilitas.
Pihak Tavel ONH Plus tentunya juga menyediakan kendaraan sehingga memudahkan jamaah untuk melakukan transportasi.
(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)