Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Harga Tiket Pesawat Masih Tinggi, Mahasiswi Ini Pilih Liburan Naik Kapal Laut ke Pangkalpinang

Dia menyebut, sempat ingin naik pesawat. Namun jika dihitung-hitung, ongkos naik pesawat bisa ia gunakan untuk jalan-jalan di Kota Pangkalpinang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Novita
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi penumpang kapal di Pelabuhan Pangkalbalam menunggu keberangkatan. Kapal laut menjadi satu di antara pilihan warga yang ingin bepergian. foto diambil pada Senin (4/6/2022) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Harga tiket pesawat saat ini terpantau mengalami kenaikan. Kondisi tersebut, membuat sejumlah orang lebih memlih angkutan laut dan darat untuk bepergian.

Seperti Zahra (21), yang lebih memilih kapal laut dari Palembang untuk ke rumah neneknya di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebab harga tiket dari kota asalnya Palembang ke Pangkalpinang seharga Rp600-an ribu. Sedangkan harga tiket kapal cepat hanya Rp200 ribuan dan kapal feri Rp100 ribuan.

"Kalau naik kapal cepat atau jetfoil itu kurang lebih Rp200 ribuan. Tapi kemarin pas k esini naik kapal feri lebih murah lagi. Kalau dihitung-hitung cuma Rp100-an ribu lah. Dari Palembang ke pelabuhan naik travel, terus ongkos kapal untuk perorangan itu hanya Rp40 ribu," tutur Zahra kepada Bangkapos.com, Rabu (6/7/2022).

Dia menyebut, sempat ingin naik pesawat. Namun jika dihitung-hitung, ongkos naik pesawat bisa ia gunakan untuk jalan-jalan di Kota Pangkalpinang.

"Pesawat mahal banget, sayang uangnya. Kalau dihitung-hitung bisa untuk jalan-jalan di Bangka. Apalagi untuk kantong mahasiswa, mending naik kapal saja, lebih lama sedikit tidak masalah lah," imbuhnya.

Zahra memang sudah merencanakan ingin berkunjung ke Bangka saat libur semester kali ini. Hampir dua tahun dia tak mengunjungi neneknya di Pangkalpinang karena pandemi Covid-19.

"Cuma mau liburan, main-main aja ketemu keluarga yang ada di Bangka, kebetulan ibu aku orang Bangka, ayah orang Prabumulih," ucapnya.

Senda dengan Zahra, Kemas (42) terpaksa menempuh jalur laut dan darat untuk tiba di kampung halamannya di Riau, Kota Pekanbaru.

Sejak tiga tahun terakhir ia ditugaskan di Kota Pangkalpinang. pada momen libur Iduladha kali ini ia ingin menghabiskan waktu bersama anak-anaknya di rumah.

Dari Pangkalpinang, Kemas terpaksa naik kapal cepat ke Palembang, kemudian meneruskan perjalanannya ke Pekanbaru naik mobil travel atau bus.

"Kalau mau naik pesawat sampai ke Pekanbaru, wah harganya lumayan. Jadi biar lebih hemat jalur darat aja. Sampai ke rumah itu bisa seharian, tapi tidak masalah," tutur Kemas.

"Harapan bisa naik pesawat itu, penginnya semua orang. Kenapa tidak karena lebih cepat, nyaman. Tapi ya tadi, risikonya harga mahal. Jadi kita pilih yang murah meriah, tapi lama," tambahnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved