Kisah TKW di Taiwan Mau Pulang Karena Hamil Tapi Malah Dipaksa Begini Oleh Majikan
TKW di Taiwan bernama Tina menceritakan kisahnya yang ingin pulang ke Indonesia karena hamil tapi justru dipaksa begini oleh majikannya
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM- Kisah seorang TKW yang pulang ke Indonesia karena hamil tapi malah dipaksa begini oleh majikannya.
TKW itu bernama Tina, yang bekerja di Taiwan menjadi ART dan mengurusi majikannya.
Sudah beberapa lama menetap bersama majikannya, Tina merasakan begitu dekat bahkan sudah menganggap keluarga majikannya seperti keluarganya sendiri.
Sampai-sampai Tina kesulitan mengungkapkan isi hatinya saat ingin memutuskan untuk berhenti dan pulang ke Indonesia.
Bukan tanpa alasan, penyebab Tina tak ingin lagi bekerja adalah lantaran dirinya hamil.
Hal itu menyebabkan Tina ingin fokus mengurusi janin dan menyambut kehadiran sang buah hati bersama keluarga di Indonesia.
Namun, Tina begitu takut untuk mengakui kepada majikannya kalau dirinya hamil.
"Saya deg-degan sekali mau ngungkapin ini sama keluarga majikan saya," ujar Tina di kanal YouTubenya Tina XL beberapa waktu lalu.
Mengingat, dia mengatakan jika di negara tempatnya bekerja itu banyak pengalaman sifat para majikan berubah saat tahu sang ART hamil.

Tina bahkan mengaku kebingungan dan sempat menahan diri untuk tak membicarkan maksud hatinya kepada majikannya.
Namun tentu saja hal itu harus segera dibicarakannya agar tak berlarut-larut.
Tina sudah siap dengan pengakuannya.
Dia bahkan sudah siap dengan buktinya yakni akan menunjukkan test pack kepada majikannya.
Sekuat hati Tina kemudian mencoba bicara empat mata kepada salah satu majikannya.
"Kakak, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan, aku mau pulang," begitu kata Tina mengulangi ucapan pamitnya.
Lantas majikannya merasa bingung dan bertanya apa sebabnya.
"Saya mau pulang, saya hamil," kata Tina.
Tak berapa lama Tina lantas menunjukkan test packnya kepada majikan.
Sontak majikan laki-lakinya itu langsung terperanjat dan ikut membenarkan hal tersebut.
Selama mengutarakan hal itu perasaan kalut, takut, dan dag dig dug seperti bersatu.
Tina tak sabar menunggu reaksi majikannya.
Ternyata bukannya marah, sang majikan justru memberikan selamat untuknya.
"Alhamdulillah majikan nggak marah, soalnya aku takut kalau majikan tau aku hamil nanti sikapnya langsung berubah," tutur Tina.
Majikannya itu tak melarang keinginan Tina karena dia yakin itu semua juga demi yang terbaik untuk Tina.
Bahkan majikannya berniat membawa Tina periksa kandungan untuk mengecek kondisi janin yang dikandung Tina.
"Bersyukur dikelilingi orang-orang yang baik," kata Tina.
Sementara itu majikannya yang lansia seakan tak percaya dengan pengakuan Tina.
Hingga dia memaksa Tina untuk melakukan hal ini.
Kala itu Tina dengan saksama menjelaskan keinginannya pada majikannya yang dia panggil akong itu untuk pulang ke Indonesia.
"Ada sesuatu yang mau aku bicarakan sama akong, saya mau pulang," kata Tina.
"Pulang? Serius kamu mau pulang?"
"Ya, saya hamil," kata Tina.
Lantas akong seperti tak percaya dan menganggap Tina hanya bercanda.

"Jangan sembarangan ngomong, nggak percaya," ujar sang akong.
Setelah sedikit diyakinkan oleh Tina, sang akong seolah memaksa dan meminta agar Tina tak usah pulang dan tetap di sini saja.
"Kamu hamil dan melahirkan di sini saja, biar jadi orang Taiwan," kata akong tersebut.
Mendengar itu Tina dan akong sempat berdiskusi.
"Banyak orang yang melaihirkan di sini, kamu hamil di sini kalau bisa lahiran di sini juga ya, nggak usah repot-repot, nggak apa-apa," ujar akong itu lagi.
Namun Tina menolak hal itu lantaran tak ada yang bisa menjaga dan membantunya usai melahirkan jika masih menetap di Taiwan.
"Sulit, kalau di rumah ada suami dan ibu yang bisa bantu jagain, kalau di sini nggak ada," tutur Tina.
(Bangkapos.com/Vigestha Repit)