Breaking News:

Solusi Penggunaan Wadah Nonplastik untuk Pengemasan Daging Kurban Idul Adha

SAMPAH plastik menjadi permasalahan utama sampai saat ini, yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari manusia.

Editor: Alza Munzi
IST/dok.pribadi
Dosen UBB, Occa Roanisca SP MSi 

Oleh Occa Roanisca SP MSi

Dosen Kimia Organik Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

SAMPAH plastik menjadi permasalahan utama sampai saat ini, yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari manusia.

Hal tersebut dikarenakan belum tersedianya pengolahan yang tepat terhadap permasalahan sampah yang berbasis plastik.

Komposisi plastik terdiri dari polimer sintetis (polypropylene)dan bahan aditif lainnya.

Penggunaan plastik digemari oleh masyarakat dikarenakan fleksibel mengikuti bentuk pangan yang dikemas, transparan, ringan, tidak mudah pecah, harganya murah dan mudah diberi label.  

Akan tetapi, dampak yang ditimbulkan dari timbunan sampah plastik sangat besar terhadap kerusakan lingkungan dikarenakan sifatnya yang sulit terurai, membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun agar dapat terdekomposisi (terurai) secara sempurna.

Timbunan sampah plastik yang dibakar pada lahan terbuka akan menghasilkan emisi berupa aerosol polychlorinated dibenzo-p-dioxins yang merupakan senyawa yang paling toksik (racun) dan bersifat karsinogenik (penyebab kanker).

Sedikit kadar dioksin masuk ke tubuh manusia sudah menimbukkan efek toksiksitas yang berbahaya.

Senyawa dioksin sulit terurai dan mudah masuk ke tubuh hewan-hewan yang memiliki lapisan lemak.  

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved