Breaking News:

Horizzon

Anak Tiri Reformasi Itu Bernama Oligarki

Pasal paling krusial di UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilu terletak pada pasal 222, yang mengatur tentang presidential threshold 20 persen.

Anak Tiri Reformasi Itu Bernama Oligarki
BangkaPos
IBNU TAUFIK Jr, Pemred BANGKA POS GROUP

Oligarki sebagai anak tiri reformasi benar-benar telah menjelma menjadi penguasa di Republik ini.

Oligarki juga telah mampu membuat publik kita tak berdaya, pasrah dan memilih masa bodo dengan masa depan Republik ini.

Kebetulan Oligarki juga tumbuh subur dengan era tiktok yang sukses mendegradasi moral bangsa ini ke titik yang paling nadir.

Beruntung, meski MK telah menolak beberapa kali judicial review atas pasal 222 UU Pemilu ini, dari sembilan hakim yang memutuskan, ada dua hakim MK yang memiliki pandangan berbeda alias dissenting opinion.

Hakim konstitusi Suhartoyo dan Hakim Konstitusi Saldi Isra.

Dua pendapat berbeda dari dua hakim tersebut adalah lentera bagi masa depan demokrasi di Republik ini.

Sayang, dua hakim tersebut tak cukup untuk menghentikan suburnya Oligarki di negeri ini.

Butuh banyak hakim, butuh banyak politikus, butuh banyak polisi, jaksa, aparat penegak hukum dan butuh lebih banyak Jurnalis untuk mengebiri Oligarki yang makin nyata menjadi penguasa di Republik ini. (*)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved