Breaking News:

MULAI 17 Juli Syarat Perjalanan Kembali Diperketat, Calon Penumpang Wajib Lakukan Ini

Aturan terbaru ini tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 21 Tahun 2022 yang terbit 8 Juli 2022.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Sela Agustika
Suasana aktivitas perjalanan penumpang di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung. Pemerintah kembali memperketat syarat perjalanan dalam negeri. Wajib tes antigen dan PCR, simak syarat naik pesawat di aturan terbaru yang berlaku mulai 17 Juli 2022. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pemerintah menyesuaikan aturan perjalanan dalam negeri untuk meningkatkan perlindungan bagi masyarakat saat bepergian.

Satu di antara upaya itu adalah kembali memperketat syarat perjalanan dalam negeri.

Calon penumpang moda transportasi darat, laut maupun udara kembali diwajibkan tes antigen dan PCR.

Aturan terbaru ini tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 21 Tahun 2022 yang terbit 8 Juli 2022.

Baca juga: INILAH Jenis Kendaraan yang Wajib Pakai MyPertamina saat Isi Pertalite dan Solar di SPBU

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, demi meningkatkan perlindungan bagi masyarakat saat bepergian, pemerintah menyesuaikan aturan perjalanan dalam negeri.

Selain untuk meningkatkan perlindungan, kebijakan tersebut juga untuk memacu program booster vaksinasi. Sehingga, masyarakat yang sudah booster tidak menulari orang lain jika sedang bepergian.

"Kebijakan akan berlaku per 17 Juli, dan akan dievaluasi setelah berjalan. Satgas merilis kebijakan 10 hari sebelumnya sebagai pra kondisi, sehingga masyarakat punya waktu untuk mendapatkan vaksin booster," kata Wiku dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/7/2022), dikutip dari Kontan.co.id.

Berikut aturan mengenai syarat naik pesawat di aturan terbaru yang berlaku mulai 17 Juli 2022 bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN):

  1.  PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis ketiga ( booster) tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen
  2. PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan dan dapat melakukan vaksinasi dosis ketiga ( booster) on-site saat keberangkatan
  3. PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan
  4. PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi, namun wajib menunjukkan hasil negatif tes RTPCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumahsakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19
  5. PPDN dengan usia 6-17 tahun wajib menunjukkan kartu/sertifikat vaksin dosis kedua tanpa menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen
  6. PPDN dengan usia di bawah 6 tahun dikecualikan dari ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Itulah syarat naik pesawat di aturan terbaru yang berlaku mulai 17 Juli 2022.

Vaksinasi Booster Covid-19 Baru 51,6 Juta Dosis

Vaksinasi Covid-19 makin gencar di tengah penyebaran kasus Covid-19 yang tinggi. Per Jumat (8/7), penambahan vaksinasi Covid-19 mencapai 448.237 dosis, baik untuk vaksinasi dosisi pertama, kedua, dan ketiga.

Baca juga: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Targetkan Harga Minyak Goreng Stabil

Menurut data Satgas Covid-19, total jumlah vaksinasi pertama bertambah 88.539 dosis. Sehingga total vaksinasi dosis pertama mencapai 201.738.589.

Penambahan vaksinasi dosis kedua mencapai 42.163 dosis. Dengan penambahan ini, jumlah vaksinasi kedua di Indonesia mencapai 169.277.279.

Sedangkan total vaksinasi ketiga bertambah 317.535. Sehingga total vaksinasi dosis ketiga atau booster mencapai 51.644.027.

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia memasang target total vaksinasi Covid-19 sebanyak 208.265.720.

Jika dibandingkan dengan total sasaran Covid-19 tersebut berarti hingga Jumat (8/7), vaksinasi dosis pertama mencapai 96,87 persen.

Adapun tingkat vaksinasi dosis kedua di Indonesia baru mencapai 81,28 persen. Tingkat vaksinasi ketiga baru 24,80 persen. ***

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved