Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemprov Babel Usulkan 75 Formasi PPPK 2022, Didominasi Bidang Nakes dan Guru

Sesuai arahan formasi untuk PPPK di lingkungan pemerintah provinsi akan didominasi oleh tenaga kesehatan dan guru.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Bangka Belitung, Susanti. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sudah mengusulkan formasi terkait seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2022 ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Sesuai arahan formasi untuk PPPK di lingkungan pemerintah provinsi akan didominasi oleh tenaga kesehatan dan guru.

"Insya Allah, ada, sesuai arahan itu PPPK, kita sudah mengusulkan ke Menpan RB. Formasi sesuai dengan arahan akan tetap didominasi oleh nakes, guru, pertanian dan fungsional lainnya," ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Bangka Belitung, Susanti, Rabu (13/7/2022)

Lebih lanjut, dia belum bisa memastikan waktu pendaftaran dan seleksi PPPK, sebab masih nunggu arahan dari pusat.

"Tanggalnya belum, masih proses pengusulan kok. Biasanya sekitar triwulan terakhir, nanti ada pengumuman, di acc berapa kuota dan pelaksanannya kapan itu sekitar September, pelaksanaan tes sekitar November," katanya.

Pada tahun 2022 pemprov mengusulkan 75 orang yang bisa mengisi kuota PPPK di lingkungan pemerintah provinsi.

"Tahun ini karena zero growth, artinya berapa yang keluar, yang pasti dari pensiun karena kita menjaga stabilitas belanja pegawai dan publik. Estimasi kita usulkan 75 orang, itu hitungan pensiunan, kecuali nanti ada pertimbangan- pertimbangan lainnya dari Menpan RB, misalnya dari Babel boleh ditambah lagi karena ada penambahan anggaran dari kementerian terkait," jelasnya.

Dia menjelaskan soal seleksi PPPK, bisa diikuti oleh honorer pemerintahan dan guru swasta yang profesional dibidangnya.

"Ini sesuai dengan filosofi dari PPPK, ini bisa dari mereka yang honorer yang ada di kita atau swasta juga bisa artinya orang-orang profesional, selama bisa menunjukan bukti keprofesionalannya, berapa tahun di bidang itu," katanya.

Sesuai kebutuhan ASN di Babel dari peta jabatan dibutuhkan lima ribuan pegawai.

"Namun itu tidak bisa dalam satu waktu, itu bisa di isi oleh PNS dan PPPK, lima ribu itu sesuai dengan arahan, apakah akan mencari dari formasi PNS atau PPPK," katanya

Dia membeberkan saat ini jumlah pegawai pemerintahan provinsi, ada 5.759, data-data itu dinamis, sebab ada yang pindah dan pensiun.

Sementara itu, untuk data pegawai se- Babel ada hampir 30 ribuan pegawai.

"Kami saat rapat di pusat nanti akan menyampaikan itu, bahwa dalam hal pembangunan di Babel harus didukung oleh orang lebih banyak lagi sesuai dengan profesionalnya," katanya.

Disinggung mengenai penghapusan honorer, dia menyebutkan ini upaya membenahi sistem kepegawaian pada pemerintah.

"Bukan kata penghapusan, saya tidak begitu setuju. Tetapi bagaimana mengalihkan honorer kita saat ini dalam posisi yang untuk menjadi PPPK, sesuai dengan peta jabatan agar sesuai dengan latarbelakang pendidikan.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved