Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tahun Ajaran 2022-2023, Sebanyak 129 SMA/SMK di Babel Terapkan Kurikulum Merdeka

Sekolah-sekolah sudah mulai mempersiapkan diri untuk menerapkan kurikulum merdeka pada tahun ajaran baru ini.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ervawi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Semua Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah menengah kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta yang ada di Bangka Belitung bakal menerapkan kurikulum merdeka pada tahun ajaran baru 2022/2023 ini.

Artinya sesuai data dari Dinas Pendidikan Bangka Belitung, tercatat ada 129 SMA dan SMK baik negeri dan swasta.

Dengan rincian 70 SMA yakni 45 SMA negeri dan 25 SMA swasta, serta untuk ada 59 SMK yakni 36 SMK negeri dan 23 SMK swasta.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ervawi mengatakan, sekolah-sekolah sudah mulai mempersiapkan diri untuk menerapkan kurikulum merdeka pada tahun ajaran baru ini.

"Kurikulum merdeka ini baru mulai tahun ini, tanggal 18 Juli 2022 nanti mulai pengenalan sekolah kemudian baru pembelajaran. Sebenarnya Kemendikbud Ristek sudah mulai melakukan transisi ke kurikulum merdeka dengan menyeleksi sekolah penggerak. Sekolah ini sudah melaksanakan kurikulum merdeka, bisa jadi pilot project," ujar Ervawi, Kamis (14/7/2022).

Lebih lanjut, sekolah penggerak yang telah menerapkan kurikulum merdeka lebih dulu itu nanti akan mengimbaskan ilmu kepada sekolah lainnya.

Sementara, nama berbeda untuk SMK, disebut SMK Pusat Keunggulan.

"Tahun kemarin di Babel kita punya sekolah penggerak seperti di SMAN 1 Tempilang. Kalau SMK itu kita punya SMKN 2 Pangkalpinang, SMKN 1 Bakam, SMK Yapentob Toboali dan SMKN 1 Kelapa Kampit, Belitung. Ini sekolah-sekolah yang akan mengimbas ke sekolah lain, sekarang mungkin kurikulum sudah selesai tinggal diimplementasikan," katanya.

Ervawi menjelaskan, perbedaan kurikulum merdeka dengan kurikulum 2013 (K-13) yang lalu sebelum masa pandemi Covid-19.

Pada Kurikulum Merdeka menekankan 70 persen pengembangan potensi siswa dan 30 persen profil pelajar Pancasila

" Kurikulum Merdeka memuat ada dua. Pertama pengembangan potensi siswa, artinya siswa berkembamg sesuai mata pelajaran yang diinginkan. Kedua, profil pelajar Pancasila lebih menekankan kepada nilai-nilai karakter," jelasnya.

Ada enam elemen pada profil pelajar Pancasila yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif.

"Enam elemen ini untuk mendekatkan pada karakter dan membangun karakter para siswa," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved