Militer dan Kepolisian
Mengenal Apa Itu Adhi Makayasa dan Tokoh-tokoh yang Pernah Meraihnya, Ada yang Jadi Presiden
Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang secara seimbang dapat memperlihatkan prestasi terbaik dari tiga aspek
Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM-Sebanyak 754 orang perwira TNI dan Polri lulusan Akademi Militer, AAL, AAU dan Akademi Kepolisian dilantik Presiden Joko Widodo di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/7/2022).
754 orang perwira yang dilantik itu terdiri terdiri dari 292 lulusan Akademi Militer, 107 lulusan Akademi Angkatan Laut, 109 lulusan Akademi Angkatan Udara, dan 246 lulusan Akademi Kepolisian.
Dari jumlah tersebut, terpilih empat orang perwira peraih Adhi Makayasa tahun 2022.
Adhi Makayasa adalah penghargaan tahunan kepada lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Polri.
Berikut ini nama peraih gelar Adhi Makayasa sesuai Surat Keputusan Presiden Nomor 44 TNI Tahun 2022 dan Surat Keputusan Presiden Nomor 45 Polri Tahun 2022 yang dibacakan Sekretaris Militer Presiden Marsekal Muda Tonny Harjono:
1. Rafi Naufal Arfiansyah, Adhi Makayasa dari Akademi Militer
2. Elang Triasti Fitrananda, Adhi Makayasa dari Akademi Angkatan Laut
3. Jeremia Zopi Pramudya, Adhi Makayasa Akademi Angkatan Udara
4. Adira Rizki Nugroho, Adhi Makayasa dari Akademi Kepolisian
Gelar Adhi Makayasa adalah gelar sebagai taruna berprestasi.
Adhi Makayasa juga merupakan penghargaan kepada lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Kepolisian.
Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang secara seimbang dapat memperlihatkan prestasi terbaik dari tiga aspek.
Ketiga aspek tersebut mencakup akademis, jasmani, dan kepribadian.
Dilansir dari kompas.com, berikut beberapa penerima Adhi Makayasa yang pernah dan masih menjadi tokoh hingga petinggi di instansinya:
Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI 2 periode)
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan presiden keenam Republik Indonesia yang menjabat presiden selama 2 periode.
Ia terpilih pada pemilihan presiden langsung yang pertama, pada 2004. Lima tahun kemudian, pada Pilpres 2009, SBY kembali terpilih dan menjabat hingga 2014.
Karier militer SBY mengikuti jejaknya ayahnya yang seorang anggota militer.
Setelah lulus SMA pada 1968, ia berkeinginan melanjutkan ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).
Pada 1973, SBY lulus dari AKABRI dan mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa karena menyandang predikat lulusan terbaik dengan prestasi tertinggi gabungan mental, fisik, dan kecerdasan intelektual.
Berbagai jabatan kemiliteran, pendidikan militer tinggi, hingga politik telah dicapai SBY.
Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Marves)
Lahir di Simargala, Toba Samosir, Sumatera Utara, 74 tahun lalu, Luhut merupakan lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan 1970 sehingga mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.
Suami dari Devi Simatupang itu masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1967 dan karir militernya banyak dihabiskan di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat.
Purnawirawan Jenderal itu pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura pada 1999-2000 dan menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Persatuan Nasional era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Bersama Presiden Jokowi, Luhut menduduki jabatan paling lama di pemerintahan dimulai dari Kepala Staf Presiden (2014-2015), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (2015-2016), dan berlanjut menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016-2019).
Dalam Kabinet Indonesia Maju 2019, ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan)
Masih dari sumber yang sama, Moeldoko merupakan alumni Akabri 1981 dan meraih Bintang Adhi Makayasa.
Sejumlah penghargaan diraih, dan pada 2014, Moeldoko juga meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia. Karier Moeldoko di Istana Kepresidenan dimulai sekira tiga tahun lalu.
Tepat 17 Januari 2018, Moeldoko dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Saat itu, pemerintahan RI masih dipimpin Jokowi bersama Jusuf Kalla.
Pada pemerintahan Jokowi era kedua bersama Ma'ruf Amin, Moeldoko kembali dipercaya sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Sebelum duduk sebagai pejabat Istana Kepresidenan, Moeldoko dikenal dengan pengabdiannya di TNI Angkatan Darat.
Moeldoko pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD (KSAD) dari Mei hingga Agustus 2013, Panglima TNI (2013-2015.).
Tito Karnavian (Mendagri)
Mantan Kapolri Tito Karnavian juga merupakan peraih Adhi Makayasa dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1987 silam.
Kini, pada pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, Tito didapuk sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri), menempati kursi yang sebelumnya diduduki Tjahjo Kumolo.
Dalam kariernya di kepolisian, Tito tercatat menempati jabatan Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat.
Saat masih perwira menengah, ia terlibat dalam mengungkap sejumlah kasus terorisme sejak Bom Bali 2002 hingga penangkapan gembong teroris, Noordin M. Top dan Dr Azhari.
Atas prestasinya ini, Tito ditunjuk sebagai Kepala Densus 88 Antiteror pada 2009-2010.
Pangkat Irjen diraih Tito saat menjabat sebagai kapolda tipe A di Papua pada 2012-2014 dan Kapolda Metro Jaya pada 2015-2016.
Mantan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti
Badrodin Haiti menjadi Kepala Polri ke-22 sejak pertama kali dijabat Komisaris Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo pada 29 September 1945.
Namun, Badrodin merupakan Kapolri pertama yang meniti karir sebagai Pelaksana Tugas Kapolri sebelum definitif memegang tongkat komando sebagai Bhayangkara 1.
Pria yang akrab disapa Din itu adalah lulusan terbaik Akademi Kepolisian pada 1982 sehingga berhak meraih Adhi Makayasa.
Dilansir Antara, sebelum menjabat sebagai Kapolri, Badrodin pernah bertugas sebagai Kapolsek hingga Wakapolri.
Pada 1983, dia diamanahi menjadi Kapolsek Pancoran Mas Polres Metro Depok Polda Metro Jaya.
Setelah 1982-1998 menjalankan tugas di Jakarta dan sekitarnya, Badrodin menjalani karir sebagai Kapolres Probolinggo Polwil Malang Polda Jatim (1999), Kapoltabes Medan (2000).
Kadivkum Polri (2010), Kapolda Jawa Timur (2010-2011), Staf Ahli Kapolri (2011), Asisten Operasi Kapolri (2011-2013), Kabaharkam (2013-2014), dan Wakapolri sejak 2014.
Herindra (Wamenhan)
Nama Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI Muhammad Herindra juga merupakan lulusan terbaik sehingga meraih Adhi Makayasa.
Sebelum dilantik sebagai Wamenhan, Herindra merupakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.
Masa jabatan Herindra sebagai Kasum TNI hanya beberapa bulan, yakni sejak 21 Oktober 2020 hingga 23 Desember 2020.
Pria kelahiran Magelang, 30 November 1964, ini merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1987 yang satu angkatan dengan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa.
Karier militer Letjen Herindra lebih banyak dihabiskan di Korps "Baret Merah", sebutan untuk Kopassus.
Di pasukan elite TNI Angkatan Darat itu, Herindra pernah menduduki jabatan Komandan Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor)-81 yang merupakan unit untuk memberantas terorisme.
Selain nama-nama di atas, masih banyak lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Kepolisian yang menerima gelar Adhi Makayasa.