Breaking News:

2 Hari Lagi Google, FB, WhatsApp, Youtube, Telegram hingga Zoom Terancam Tak Bisa Diakses

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengancam akan memblokir platform digital asing yang belum terdaftar sebagai PSE.

Editor: fitriadi
via Express
2 Hari Lagi Google, FB, WhatsApp, Youtube, Telegram hingga Zoom Terancam Tak Bisa Diakses 

BANGKAPOS.COM - Sembilan platform digital hingga saat ini belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia.

Platform digital populer di Indonesia tersebut antara lain, Google, Facebook, Netflix, WhatsApp, Instagram, Telegram, Twitter, YouTube dan Zoom.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengancam akan memblokir platform digital asing yang belum terdaftar sebagai PSE.

Jika platforom digital ini tidak segera didaftar, dampaknya akan sangat luar biasa karena imbasnya pengguna di Indonesia bakal tidak bisa lagi menggunakannya.

Baca juga: Intip Gaya Pacaran Anya Geraldine dan Nadif Zahiruddin, Tadinya Sempat Backstreet

Kominfo dalam pernyataannya menegaskan, pendaftaran PSE Kominfo Lingkup Privat platform digital paling lambat 20 Juli 2022 di laman https://oss.go.id.

Jika platform digital tidak mendaftar sebagai PSE Kominfo, maka akan disebut ilegal dan diblokir.

Adapun pemblokiran ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No 5 Tahun 2022 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat yang akan berlaku 20 Juli 2020 mendatang.

"Apabila PSE tidak melakukan pendaftaran sampai dengan batas akhir pada tanggal 20 Juli 2022, maka PSE yang tidak terdaftar tersebut merupakan PSE ilegal di wilayah yuridiksi Indonesia."

"Dan apabila dikategorikan ilegal bisa dilakukan pemblokiran," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, Senin (27/6/2022), dikutip dari Tribunnews.com.

Kenapa Google, Facebook hingga WhatsApp Belum Daftar PSE? Ini Kata Pakar Siber

Konsultan dan Praktisi Keamanan Siber Teguh Aprianto menjelaskan analisisnya mengenai alasan sejumlah platform digital belum mendaftar sebagai PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik).

Menurut Teguh, jika platform-platform tersebut mendaftar, mereka justru akan melanggar kebijakan privasinya sendiri.

Ia mengatakan hal ini juga akan mengancam privasi para pengguna platform yang turut melakukan pendaftaran tersebut.

"Coba pikir kenapa sampai sekarang Twitter, Google dan Meta ( Facebook, Instagram, WhatsApp) masih belum mendaftarkan platform mereka ke PSE @kemkominfo?"

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved