Breaking News:

Berita Bangka Barat

Dinas Kesehatan Catat 354 Pasien DBD di Bangka Barat 7 Meninggal Dunia, Paling Tinggi Kecamatan Ini

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat, mencatat sepanjang bulan Januari hingga Juni tahun 2022, sebanyak 354 kasus DBD.

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Kolase KOMPAS/RADITYA HELABUMI dan Freepik
Pasien DBD. Dinas Kesehatan Catat 354 Pasein DBD di Babar, 7 Meninggal Dunia, Paling Tinggi Kecamatan Muntok 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat sepanjang bulan Januari hingga Juni tahun 2022, sebanyak 354 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya.

Dari data tersebut sekitar tujuh orang meninggal dunia akibat terpapar DBD.

Berdasarkan data yang diterima Bangkapos.com, dari enam kecamatan di wilayah tersebut, paling tinggi terjangkit nyamuk Aedes Aegypti di Kecamatan Muntok.

Sebelumnya, awal bulan Januari hingga ke April sebanyak 240 pasien. Sedangkan di bulan Mei hingga Juni 2022 ini sebanyak 55 pasein yang dilaporkan DBD.

Baca juga: Cegah DBD !  Terapkan Pola 3 M Plus, Berikut Penjelasan dr Desy Hariyanti

Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan di Bangka Belitung Segera Berakhir, Bebas Denda, Balik Nama dan Mutasi

Kepala Bidang (Kabid) Penyakit Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bangka Barat Putra Kusuma, menyebutkan dari 354 kasus DBD, paling banyak di Kecamatan Muntok sekitar 146 orang terpapar.

"Kalau di Kecamatan Jebus sebanyak 37 orang, Mentok 146 orang, Simpanteritip 26 orang, Parittiga 43 orang, Kelapa sebanyak 17 dan Tempilang 85 orang. Dengan kondisi sekarang belum ditetapkan kejadian luar biasa (KLB), saat ini sedang didiskusikan ke satgas," jelasPutra Kusuma, kepada Bangkapos.com, Senin (18/7/2022).

Selain memberikan edukasi, kepada masyarakat dan mengantisipasi bertambahnya pasien terpapar di Bangka Barat, pihak dinkes akan menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait Demam Berdarah Dengue di wilayah kerja Kecamatan Tempilang.

"Sesuai surat instruksi Bupati sudah diterbitkan. Harapannya, kita dorong seluruh elemen untuk bersinergi dalam upaya pembersihan sarang nyamuk di wilayahnya masing-masing. Upaya pengendalian vektor juga sudah dilakukan," ujarnya.

Menurut Putra, obat spesifik untuk penanganan pasien DBD tidak ada. Namun hanya dilakukan dengan terapi syimtomatis

"Prinsipnya cukup yang paling penting adalah jangan lengah dan bila ada gejala segera dibawa ke Fasilitas kesehatan (Faskes) untuk dapat penanganan," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved