Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dr Faisal Takjub Kajati Babel Bercita-cita Jadikan Masjid yang Ada Kantornya, Bukan Sebaliknya

Faisal semakin takjub saat mendengar slogan yang disampaikan Daroe, yakni memiliki cita cita menjadikan masjid yang ada kantornya.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Novita
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Seminar hukum berbentuk panelis dengan tema Restorative Justice (RJ) di kantor Kejati Babel, Selasa (19/7/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dr Faisal, satu dari akademisi yang hadir dalam seminar Hukum berbentuk panelis dengan tema Restorative Justice (RJ), terperangah saat melihat arsitektur bangunan masjid di kantor Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Selasa (19/7/2022)

Bahkan, dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) itu sampai menitikkan air mata usai mendengar cerita serta visi misi yang disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Daroe Tri Sadono.

"Sebelum acara dimulai tadi, saya sempat turun ke bawah dan melihat ada sebuah bangunan megah. Awalnya tadi saya kira kantor, ternyata itu masjid. Makanya tadi air mata saya sempat menetes," tutur Faisal mengawali pembicaraannya.

Faisal semakin takjub saat mendengar slogan yang disampaikan Daroe, yakni bercita cita menjadikan masjid yang ada kantornya.

"Ada yang tak biasa bagi saya, masjid yang ada kantornya, bukan kantor yang ada masjidnya. Dan itu disampaikan sama orang, sama pria yang sebentar lagi pensiun, namannya Pak Daroe," kata Faisal seraya dengan lantang meminta agar statement-nya itu ditulis awak media.

Dia menafsirkan, jika keberadaan masjid tersebut tidak hanya sebagai tempat aktivitas beribadah saja, namun juga menjadi alternatif kegiatan kejaksaan lainnya. Termasuk, pusat peradaban Restorative Justice

"Kalau saya tafsirkan, tidak hanya aktivitas ibadah saja, namun aktivitas-aktivitas di bidang kejaksaan dan penuntutan hingga rapat, juga bisa dilaksanakan di situ. Tugasnya nanti penerus Pak Daroe, melanjutkan maklumat tadi, bahwa masjid itu nanti tidak hanya di gunakan solat jumat, solat lima waktu tapi bisa di jadikan pusat peradaban Restorative Justice.

Tercatat ada 4 narasumber dalam seminar bertajuk "Restoratif Justice Mewarnai Penegakan Hukum yang Humanis dan Berkeadilan di Bumi Serumpun Sebalai" tersebut.

Mereka adalah Prof Dr Bustami Rahman, Bupati Beelitung Timur, Burhanudin, Dr Faisal, dan
Dr Adistya Sunggara. ( Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved