Breaking News:

Berita Bangka Barat

Pemkab Bangka Barat Bangun 80 Lapak PKL di Pasar Tradisional Muntok Pakai Dana APBN Rp2,7 Miliar

Wabup Bangka Barat, Bong Ming Ming, mengemukakan, proyek pembangunan lapak jualan untuk PKL ini, diperkirakan akan selesai selama sekitar lima bulan.

Penulis: Yuranda | Editor: Novita
Bangkapos.com/Yuranda
Wakil Bupati Bangka, Bong Ming Ming, meninjau revitalisasi pembangunan lapak pedagang kaki lima di Pasar Tradisional, Muntok, Bangka Barat, Rabu (20/7/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mulai merevitalisasi blok lapak, pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tradisional Muntok, Bangka Barat, Rabu (20/7/2022).

Pembuatan baru bangun tersebut menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp2,7 miliar. Pengerjaan akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima bulan. Pedagang yang berada di sana sementara dipindahkan ke lokasi lainnya.

Sulo (50) pedagang di pasar tersebut berharap, revitalisasi bangunan dapat lebih baik lagi dari sebelumnya. Sementara untuk retribusi, berharap tidak ada kenaikan.

"Harapannya sih lebih bagus dari sebelumnya. Dan juga kami harapkan tidak ada penambahan retribusi. Selama ini Rp10.000 per harinya," kata Sulo, pedagang sembako yang telah berjualan belasan tahun ini, di lapaknya, Rabu (20/7/2022).

Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, mengemukakan, proyek pembangunan lapak jualan untuk PKL ini, diperkirakan akan selesai selama sekitar lima bulan dengan anggaran sebesar Rp2,7 miliar

"Ada 80 lapak, dananya bantuan dari APBN, pengerjaannya sudah mulai dari kemarin. Melalui pembongkaran, hari ini menentukan titik nolnya mulai pengerjaan," kata Bong Ming Ming.

Dia berharap bangunan pasar yang baru ini tidak sekadar pembangunan, tapi juga harus mempunyai nilai estetika dan mempunyai nilai UMKM. Sehingga ke depan, di antara bangunan ini tidak boleh dilalui kendaraan bermotor, hanya untuk pejalan kaki saja.

Lapak PKL nantinya tetap mempunyai meja tinggi seperti pedagang biasa, namun mempunyai tipe gedung yang berbeda dan lebih baik. Seperti ada fasilitasi toilet dan lainnya di dalamnya.

Sementara itu, kata dia, untuk menaikkan retribusi para pedagang, dirinya belum mengambil keputusan. Lantaran menaikan pengambilan retribusi tersebut tidak sembarangan.

"Kita tidak bisa sembarang menaikkan tarif retribusi. Maka itu, akan menurunkan tim Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKML) untuk menganalisa guna menentukan kira-kira berapa jumlah yang layak. Jangan sampai kita memberatkan, kasihan pedagang," tuturnya.

Nantinya yang boleh berdagang di sini adalah masyarakat Bangka Barat. Walaupun ada orang luar, mereka harus pindah jiwa dan masuk warga Kebupaten Bangka Barat, karena diharapkan berdampak ke masyarakat secara langsung. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved