Breaking News:

Segini Biaya Tes Antigen dan PCR di Bandara, Syarat Penerbangan Terbaru Jika Belum Booster

Harga tes antigen dan PCR merujuk pada surat edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Penumpang yang hendak bepergian check in menggunakan QR Code di Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Segini biaya tes antigen dan PCR, syarat penerbangan terbaru jika belum booster.

Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang sudah mulai memberlakukan syarat penerbangan baru mulai 17 Juli 2022.

Ada dua persiapan yang dilakukan pihak bandara untuk memastikan pemberlakuan aturan baru ini.

Pertama menyediakan layanan sentra vaksinasi booster dan kedua pelayanan Airport Health Center (AHC).

Sentra vaksinasi booster terletak di antara terminal kedatangan dan keberangkatan bandara.

Sedangkan Airport Health Center (AHC) untuk pemeriksaan antigen dan PCR berada di area parkiran bandara.

Baca juga: Akhirnya BCL Jujur, Status Hubungannya dengan Ariel NOAH Akhirnya Terungkap ke Publik

Baca juga: Disebut Kawin Kontrak Hingga Jadi Simpanan Pria di Arab Saudi, Begini Pengakuan TKW Indonesia

Baca juga: Babak Baru Kasus Tewasnya Brigadir J, Sore Ini Basreskrim Polri Gelar Perkara Awal

Manager Of Airport Operation & Service Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Erwin Adiyasha mengatakan dua pelayanan ini disiapkan untuk menunjang penerapan syarat baru penerbangan.

"Kami pastinya mempersiapkan hal-hal apa saja yang dibutuhkan, guna mendukung syarat penerbangan sesuai dengan surat edaran. Penerapan itu sudah dimulai sejak tanggal 17 Juli 2022," ujar Erwin saat ditemui Bangkapos.com, Senin (18/7/2022).

Lebih lanjut, dia menyebutkan dua layanan itu untuk memberikan pelayanan optimal dan memudahkan para pelaku perjalanan untuk bepergian merujuk diberlakukan aturan baru.

"Dua pelayanan ini, kami pastikan siap beroperasi. Untuk sentra vaksinasi booster itu langsung ditangani oleh pihak KKP. Mulai memberi pelayanan pada 08.00 WIB - 15.00 WIB, disiapkan vaksin booster dan vaksin dosis kedua.

Diimbau agar pelaku perjalanan yang hendak divaksin booster, diharap H-1 sebelum keberangkatan dan vaksin dosis dua bisa beberapa jam sebelum keberangkatan," katannya.

Baca juga: Unik, Indah Permatasari Perawatan Gigi di Klinik Bernuansa Bioskop, Bisa Nonton Sambil Makan Popcorn

Baca juga: Pengakuan Nunung Soal Kebiasaan Ngompol pada Andre Taulany, Ternyata Faktor Keturunan

Baca juga: Nama Asli LC Karaoke Korban Pembunuhan Mantan Kekasih di Belitung, Ternyata Bukan Dea Adelia

Tak hanya itu menunjang pelayanan, telah disiapkan juga QR Code untuk aplikasi Pedulindungi.

"Ada QR Code di beberapa area, sebanyak 3 titik dan 14 QR Code, itu ditepatkan di area check in dan di akses sebelum masuk di area tunggu. Diharapkan penumpang bisa melakukan scan di QR Code, sehingga status yang ditampilkan di Pedulilindungi maka akan memudahkan penumpang dalam proses perjalanannya," katanya.

Berikut aturan terbaru bagi pelaku perjalanan berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 70 Tahun 2022 itu mengatur soal syarat vaksinasi dan tes Covid-19:

  • Bagi penumpang dengan vaksin booster (3 dosis) tidak perlu menunjukkan hasil negatif tes PCR maupun antigen.
  • Namun, bagi penumpang dengan vaksin lengkap (2 dosis) harus menunjukkan hasil negatif tes antigen (berlaku 1x24 jam) atau tes PCR (berlaku 3x24 jam) sebelum keberangkatan.
  • Penumpang dengan vaksin pertama (1 dosis) Harus menunjukkan hasil negatif tes PCR (berlaku 3x24 jam) sebelum keberangkatan.
Halaman
12
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved