Breaking News:

Berita Pangkalpinang

25 Tahun Terpisah, Nenek 80 Tahun dari Sulawesi Tenggara Cari Anaknya Sampai ke Bangka

Hijrah mengatakan, saat Abu Bakar berprofesi sebagai nelayan di Bangka. Wamalaka pun sempat tinggal dengan anaknya selama satu setengah tahun lamanya.

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Novita
Bangkapos/Nur Ramadhaningtyas
Wamalaka (kanan) dan keponakannya, Hijrah, datang ke kantor Bangka Pos mencari anaknya yang sudah 25 tahun tak berkabar, Kamis (21/7/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Seorang ibu bernama Wamalaka (80), rela terbang dari Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, ke Pulau Bangka, untuk mencari anaknya yang tak pernah lagi ia jumpai selama 25 tahun.

Ia diantar keponakannya bernama Hijrah untuk bisa sampai ke Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tempat terakhir kali melihat anak laki-lakinya.

Meski sudah tua dan renta, semangat wanita paruh baya itu pun tak pudar demi menemukan anaknya yang diketahui bernama Abu Bakar.

Wamalaka dan Hijrah lalu diantar seorang sopir Bandara Depati Amir menyambangi kantor Bangka Pos untuk meminta bantuan pada Kamis (21/7/2022).

Dengan nada lirih dan raut muka muram, nenek 80 tahun itu berharap agar informasi tentang anaknya bisa ia ketahui.

Wamalaka bercerita, Abu Bakar tak lagi memberi kabar sejak pertemuan terakhir mereka 25 tahun lalu, sekitar tahun 1997.

Dia memperkirakan Abu Bakar saat ini telah berusia 40-50 tahun.

"Terakhir ketemu 25 tahun yang lalu. Itu sudah punya bini (istri) orang Jawa di Bangka," ujar Hijrah menerjemahkan perkataan Wamalaka yang berdialek bahasa Bugis.

Hijrah mengatakan, saat Abu Bakar berprofesi sebagai nelayan di Bangka. Wamalaka pun sempat tinggal dengan anaknya selama satu setengah tahun lamanya.

"Pas terakhir itu, anaknya ngejala ikan, umak (Wamalaka) satu setengah tahun tinggal bersama Abu Bakar, hingga akhirnya pulang kampung dan tak bertemu lagi sampai hari ini," ungkapnya.

Dengan mata berkaca-kaca, nenek 80 tahun itu berkali-kali mengatakan ingin sekali bertemu anaknya.

Ia takut terjadi sesuatu terhadap Abu Bakar. Ditambah lagi, beberapa malam sering memimpikan anaknya laki-laki tak berpakaian.

Hal itulah yang kemudian memantapkan hati Wamalaka terbang jauh-jauh ke Bangka Belitung.

"Umak bermalam-malam mimpi, anaknya enggak pakai baju, takut dia di penjara atau malu sama umak, karena memang terakhir diingatkan untuk tidak lagi berjudi" tambah Hirjah.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved