Breaking News:

Berita Bangka Barat

Antisipasi Banjir di Kampung Ulu dan Kampung Tanjung Laut Bangka Barat, Pemkab Keruk Sungai Ulu

Rosdiana juga meminta pemerintah harus menertibkan tambang pasir timah yang berada di hulu Sungai Ulu.

Penulis: Yuranda | Editor: Novita
Bangkapos.com/Yuranda
Kepala BPBD Bangka Belitung, Mikro Antariksa, dan Kepala BPBD Bangka Barat, Achmad Nursandi, memantau alat ekskavator mengeruk aliran Sungai Ulu, Kampung Ulu, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Kamis (21/7/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kabupaten Bangka Barat bersama pihak terkait, berupaya mengantisipasi terjadinya bencana banjir.

Antisipasi tersebut dilakukan dengan menggali dan membersihkan sampah di aliran Sungai Kampung Ulu dan lingkungan Kampung Tanjung Laut, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Bangka Barat, lantaran kawasan tersebut sudah ditetapkan rawan bencana banjir.

Langkah ini diambil dalam gerakan 'Ayo Bersuara' (Bersih Aliran Sungai dan Muara), yang dilaksanakan selama satu bulan dimulai pada 1 Juli hingga akhir bulan, Sedangkan penanaman pohon pada tanggal 29 Juli 2022 mendatang.

Gerakan ini juga melibatkan semua elemen, tak terkecuali TNI dan Polri serta masyarakat setempat, guna menjaga kebersihan lingkungan untuk mengantisipasi agar daerah tersebut tidak tergenang air bila hujan lebat.

Masyarakat di kawasan tersebut sangat mendukung langkah yang diambil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Bahkan mereka juga ikut memberikan masukan.

Seperti menertibkan bangunan yang berada di pinggir sungai lantaran memperkecil aliran sungai, serta menertibkan tambang pasir timah yang berada di hulu sungai.

Rosdiana, warga Kampung Ulu, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Bangka Barat, mengatakan, dirinya sangat mendukung adanya tindakan dari BPBD maupun pemerintah.

"Alhamdulillah sangat mendukung, ini sebagai upaya pemerintah untuk meminimalisir banjir di sini. Karena setiap hujan lebat sering banjir daerah ini, apalagi ditambah air laut pasang," kata Rosdiana saat dijumpai di pinggir Sungai Ulu, Kamis (21/7/2022).

Ia juga meminta pemerintah harus menertibkan tambang pasir timah yang berada di hulu Sungai Ulu. Pasalnya, limbah tambang (pasir) dari sana mengalir ke Sungai Ulu sehingga sungai menjadi dangkal.

"Ada tambang di atas, pemerintah pasti tahu lah. Dan juga bangun yang ada di pinggir Sungai Ulu ini. Sebelumnya sungai ini lebar, setelah ada bangunan ini menjadi kecil," tutunya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved