Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Harga TBS Sawit dan Timah Murah, Capaian Investasi Babel Penyeimbang Pertumbuhan Ekonomi

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, nilai ekspor Babel Mei 2022 mengalami penurunan sebesar 12,28 persen dibandingkan nilai ekspor Mei 2021.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Tedja Pramana
intisari
Ilustrasi investasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Realisasi investasi Bangka Belitung (Babel) pada triwulan II (Januari-Juni 2022) sudah melebihi target, dengan sebesar Rp4,42 triliun.

Capain penanaman modal ini tentu akan berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi, namun pada sisi lain komoditas seperti harga timah murah, bahkan TBS kelapa sawit anjlok sejadi-jadinya di Bangka Belitung.

Kondisi ini menjadi sorotan Dosen STIE Pertiba Pangkalpinang, Suhardi perihal penanaman modal dan komoditas yang menunjang pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung.

"Bagaimanapun ekonomi Bangka Belitung masih tergantung pada komoditas dan sumberdaya alam, walaupun disisi lain kita menikmati realisasi investasi yang cukup tinggi, namun disisi lain ekonomi Babel juga mengalami tekanan, akibat dari penurunan harga komoditas timah, lada dan anjloknya harga sawit," ujar Suhardi, Kamis (21/7/2022).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, nilai ekspor Babel Mei 2022 mengalami penurunan sebesar 12,28 persen dibandingkan nilai ekspor Mei 2021.

Nilai ekspor timah naik 2,47 persen, dan nontimah turun 74,27 persen (y-on-y).

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m), nilai ekspor turun 60,42 persen. Ekspor timah turun 56,97 persen dan ekspor nontimah turun 83,10 persen.

"Pada bulan Juni 2022 Babel mengalami deflasi sebesar 0,15 persen andil deflasi disumbang oleh komponen bahan makanan, hal ini mengindikasikan terjadinya penurunan daya beli masyarakat akibat tekanan harga komoditas semacam timah dan sawit," jelas Suhardi.

Nilai tukar petani pada bulan juni 2022 juga mengalami penurunan sebesar -2,16 persen dibandingkan bulan mei 2022, dengan nilai penurunan tertinggi pada Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar -3.35 persen dan Peternakan (NTPT) sebesar -3.20 persen.

"Kita berharap hadirnya investasi dan mengalirnya dana segar ke dalam sistem perekonomian Babel dapat menjadi penyeimbang ketika sektor konsumsi tertekan," katanya.

Suntikan Dana Segar

Dosen STIE Pertiba Pangkalpinang, Suhardi, mengatakan menggeliatnya investasi secara teoritis berkorelasi positif dengan tingkat pertumbuhan ekonomi.

"Hal ini sejalan dengan pemikiran ekonom Klasik maupun modern, bahkan Keynes secara spesifik menyarankan agar pemerintah meningkatkan pengeluaran ( investasi) karena memandang pemerintah sebagai agen independen yang mampu menstimulasi perekonomian melalui kerja publik," katanya.

Apalagi pada masa resesi, kenaikan pengeluaran pemerintah (G) akan mendorong konsumsi (C) dan investasi (I), dan akhirnya menaikkan pendapatan nasional (Y).

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved