Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ingin Bertemu Anak setelah Berpisah 25 Tahun, Nenek 80 Ini Nekat Terbang dari Sulawesi ke Bangka

Wamalaka bercerita, Abu Bakar tak lagi memberi kabar sejak pertemuan terakhir mereka 25 tahun lalu, sekitar tahun 1997.

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Bangkapos/Nur Ramadhaningtyas
Wamalaka (kanan) dan keponakannya, Hijrah, datang ke kantor Bangka Pos mencari anaknya yang sudah 25 tahun tak berkabar, Kamis (21/7/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA ---Khawatir keadaan anaknya, seorang nenek bernama Wamalaka (80) rela terbang dari Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara ke Pulau Bangka.

Kekhawatiran tersebut beralasan pasalnya sudah 25 tahun wanita paruh baya ini tidak berjumpa dengan anaknya bernama Abu Bakar setelah pertemuan terakhir tahun 1997 lalu.

Terlebih lagi sang anak tercinta tak lagi memberi kabar.

Meski sudah tua dan renta, semangat wanita paruh baya itu pun tak pudar demi menemukan anaknya yang diketahui bernama Abu Bakar.

Ia diantar keponakannya bernama Hijrah untuk bisa sampai ke Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tempat terakhir kali melihat anak laki-lakinya.

Wamalaka dan Hijrah lalu diantar seorang sopir Bandara Depati Amir menyambangi kantor Bangka Pos untuk meminta bantuan pada Kamis (21/7/2022).

Dengan nada lirih dan raut muka muram, nenek 80 tahun itu berharap agar informasi tentang anaknya bisa ia ketahui.

Wamalaka bercerita, Abu Bakar tak lagi memberi kabar sejak pertemuan terakhir mereka 25 tahun lalu, sekitar tahun 1997.

Dia memperkirakan Abu Bakar saat ini telah berusia 40-50 tahun. 

"Terakhir ketemu 25 tahun yang lalu. Itu sudah punya bini (istri) orang Jawa di Bangka," ujar Hijrah menerjemahkan perkataan Wamalaka yang berdialek bahasa Bugis.

Hijrah mengatakan, saat Abu Bakar berprofesi sebagai nelayan di Bangka.

Wamalaka pun sempat tinggal dengan anaknya selama satu setengah tahun lamanya.

"Pas terakhir itu, anaknya ngejala ikan, umak (Wamalaka) satu setengah tahun tinggal bersama Abu Bakar, hingga akhirnya pulang kampung dan tak bertemu lagi sampai hari ini," ungkapnya.

Dengan mata berkaca-kaca, nenek 80 tahun itu berkali-kali mengatakan ingin sekali bertemu anaknya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved