Breaking News:

Motif Hubungan Terlarang Terungkap, Oknum TNI Kopda M Diduga Dalangi Penembakan Istrinya Sendiri

Motif Hubungan Terlarang Terungkap, Oknum TNI Kopda M Diduga Dalangi Penembakan Istrinya Sendiri

Editor: Dedy Qurniawan
Tribunnews/ Facebook
Oknum TNI Kopda M diduga dalangi penembakan terhadap istrinya sendiri. Motif hubungan terlarang terungkap 

BANGKAPOS.COM - Kasus penembekan terhadap seorang istri anggota TNI bernama Rina Wulandari di Semarang, Jawa Tengah, jadi sorotan.

Satu di antara fakta yang terungkap kemudian adalah penembakan tersebut diduga didalangi suami Rina sendiri, seorang oknum TNI berinsial Kopda M.

Selain itu, terungkap pula hubungan terlarang yang diduga menjadi motif penembakan tersebut.

Kasus ini bermula saat  Rina Wulandari, seorang istri TNI ditembak di depan rumahnya selepas ia pulang dari menjemput anak di sekolah.

Istri oknum anggota TNI yang kemudian disebut bernama Kopda Muslimin itu ditembak di depan rumahnya, Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Senin (18/7/2022).

Baca juga: Takut dengan Istri Pria Ini Karang Cerita Jadi Korban Begal Uang Rp 32,9 Juta untuk Bayar Utang Raib

Akibat penembakan itu, istri anggota TNI ini mengalami luka di bagian perut.

Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto menyebut bila Kopda Muslimin anggota TNI yang diduga terlibat dalam  penembakan  istri sendiri menghilang sampai sekarang.

 "Pada saat setelah kejadian yang bersangkutan ini sempat mengantar dan sempat menunggu sampai dengan operasi selesai. Di kemiliteran dituntut untuk kehadiran, pada saat besok harinya yang bersangkutan tidak hadir," papar Bambang di Mapolrestabes Semarang pada Jumat (22/7/2022).

20220723 olah TKP kasus penembakan istri anggota TNI
Petugas gabungan sedang olah TKP lanjutan pada Kamis (21/7/2022), atas kasus penembakan istri anggota TNI Arhanud di Jalan Cemara III Nomor 7 RT 08 RW 03 Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Bambang menjelaskan, Kopda Muslimin tidak hadir dalam kegiatan dinas di kesatuannya.

Saat ini, yang bersangkutan dinyatakan Tidak Hadir Tampa Izin (THTI).

"Bahwa THTI ini ada aturannya, ada tahapan-tahapannya apabila militer tindakan tidak hadir tanpa izin pada masa damai itu sudah masuk dalam kategori tindak pidana militer," terang Bambang.

"Sehingga yang bersangkutan oleh pimpinannya ataupun komandan batalionnya melaporkan kepada pimpinan dibarengi dengan pelimpahan perkara kepada penyidik dalam hal ini Polisi Militer," tambah Bambang.

Baca juga: Sang Istri Bukannya Marah, Labrak Pelakor dengan Elegan, Reaksi Si Pelakor Malah Beginian

Terkait dugaan keterlibatan Kopda Muslimin dalam kasus  penembakan ini, polisi menyebut hal itu menjadi kewenangan dari pihak TNI.

"Terkait dengan dugaan keterlibatan dari suami korban, kami sudah membagi tugas dan peran dengan tim gabungan. Di samping saya yang juga ada Dandim Kota  Semarang dan, yang bersangkutan, tim juga terus melakukan pencarian dan pengejaran," kata Kapolrestabes  Semarang Kombes Irwan Anwar, Jumat (22/7/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved