Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Miris! Sejumlah Sekolah Swasta di Pangkalpinang Tak Kebagian Siswa Baru, Kini Terancam Tutup

Di tahun ajaran baru ini, SMP PGRI 2 Pangkalpinang tidak kebagian siswa baru. Sudah dua tahun sejak pandemi Covid-19, sekolah ini minim pelajar.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Novita
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kegiatan belajar siswa kelas VII, VIII dan IX di SMP PGRI 2 Pangkalpinang yang digabung menjadi satu ruang kelas, Senin (25/7/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Lapangan SMP PGRI 2 Pangkalpinang terlihat sepi. Tidak ada riuh siswa-siswi di halaman sekolah itu, bahkan nyaris tidak ada suara.

Kegiatan belajar mengajar tidak sedang libur. Masa liburan sekolah sudah selesai dan tahun ajaran baru 2022/2023 sudah mulai berjalan.

Namun lagi-lagi, di tahun ajaran baru ini, SMP PGRI 2 Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tidak kebagian siswa baru. Sudah dua tahun terakhir sejak pandemi Covid-19, sekolah itu minim pelajar.

Tahun ini, sekolah yang berlokasi di Jalan Kampung Melayu, Bukit Merapin itu, hanya mendapatkan 3 orang siswa baru yang menduduki kelas VII.

Sementara di kelas VIII dan IX masing-masing terdapat dua orang siswa. Total saat ini hanya ada 7 orang peserta didik di SMP PGRI 2 Pangkalpinang.

Bahkan 7 orang yang mestinya berbeda kelas itu, justru digabung menjadi satu, demi lebih menghemat biaya operasional sekolah.

Hanya ada satu guru di dalam kelas tersebut yang mengajar tiga kelas sekaligus. Setiap kelas dibedakan dengan baris-baris kursi dan meja.

Saat sang guru menjelaskan pelajar kelas VII, siswa kelas VIII dan IX mengerjakan tugas yang diberikan. Begitu juga saat kelas VIII yang menerima penjelasan, siswa kelas VII dan IX hanya diam dan memahami pelajaran.

Kepala SMP PGRI 2 Pangkalpinang, Agusila Pratiwi, mengaku sudah lelah dengan keadaan dua tahun terakhir. Bahkan ia tak yakin sekolah yang ia pimpin itu akan bertahan atau tidak hingga tahun depan.

"Kalau ditanya harapan, kami mau bertahan, tapi kami rasa sudah capek, kami sudah berjuang, sudah berusaha keras dua tahun ini. Tapi lihat tahun ini, tidak ada hasilnya, kami kembali tidak menerima siswa-siswi," kata Tiwi, panggilan akrab Agusila Pratiwi, saat dijumpai Bangkapos.com, Senin (25/7/2022).

Kata Tiwi, seluruh siswa kelas VII hingga IX digabung menjadi satu dalam proses pembelajarannya.

"Bayangkan saja satu sekolah hanya ada 7 siswa-siswinya. Kalau secara logika, ini tidak bisa lagi berjalan. Tapi kami Bismillah, sampai mana sanggupnya ini bertahan. Kami bukan lagi miris, tapi sudah teriris dengan kondisi seperti ini," tuturnya.

Menurutnya, hanya ada 6 orang guru di SMP PGRI 2 yang merangkap banyak pelajaran. Jika tidak demikian, biaya operasional sekolah tidak akan tertutupi.

"Untuk Bulan Juli saja, beberapa guru saya setop untuk tidak masuk dulu dan honornya tidak dibayar. Kembali mengajar nanti Bulan Agustus, baru honornya dibayar, demi menghemat biaya tidak ada yang bisa kita lakukan," bebernya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved