Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Miris! Sejumlah Sekolah Swasta di Pangkalpinang Tak Kebagian Siswa Baru, Kini Terancam Tutup

Di tahun ajaran baru ini, SMP PGRI 2 Pangkalpinang tidak kebagian siswa baru. Sudah dua tahun sejak pandemi Covid-19, sekolah ini minim pelajar.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Novita
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kegiatan belajar siswa kelas VII, VIII dan IX di SMP PGRI 2 Pangkalpinang yang digabung menjadi satu ruang kelas, Senin (25/7/2022). 

"Kalau sampai Desember, kita masih ada yang membantu, tapi setelah dari itu, masuk Januari tahun depan, saya juga tidak yakin bagaimana bisa bertahan. Kalau memang sudah tidak bisa lagi tertolong, sudah kita lepas saja anak-anak, kita oper ke sekolah lain," tambahnya.

Banyak ruang kelas yang kosong. Bahkan di bagian belakang lab komputer dan lab bahasa tampak dipenuhi semak yang meninggi sebab jarang sekali digunakan.

Tiwi mengaku rindu sekali momen bisa mendengarkan riuh siswa-siswi yang ramai di sekolah. Melaksanakan upacara bendera hingga senam bersama saat Hari Jumat tiba.

"Kalau sekarang sepi, seperti tidak ada siswa-siswinya. Rindu sekali jelas rindu. Terakhir kami mendapatkan siswa-siswi lumayan itu tahun 2019 kemarin. Sekarang sudah lulus, sejumlah 20 anak. Kemudian saat Covid-19 melanda sampai sekarang tidak ada siswa-siswi," tuturnya.

Sementara, siswa di beberapa sekolah negeri di Pangkalpinang hingga membeludak atau overload. Sejumlah pelajar bahkan mengikuti kegiatan pembelajaran hingga di ruang lab IPA.

"Kami sudah capek, bisa menilai sendiri saja kenapa. Kita sekolah swasta hanya ingin PPDB itu sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan, seusai dengan SK rombel. Kalau memang SMP di Pangkalpinang ada 10, sesuaikanlah penerimaannya dengan yang ada di SK itu," kata Tiwi.

"Pada kenyataannya, kita selalu mental ketika keluar SK enam kelas sekolah negeri, tahunya akan menjadi 10 kelas. Nah inilah permasalahan yang terjadi selama dua tahun berturut-turut," imbuhnya.

Tak banyak harapan Tiwi. Ia hanya ingin sekolah tempat ia bekerja selama 12 tahun terakhir, tetap bisa bertahan.

"Minimal untuk kami bisa bernapas itu, satu kelas harus ada 20 orang, karena sekolah swasta bayar uang sekolah itu pasti menunggak. Tujuh orang yang saat ini saja jelas menunggak, bagaimana kami mau bertahan," tandasnya.

Selain SMP PGRI 2 Pangkalpinang, ada juga sekolah swasta lain di Kota Pangkalpinang yang sama sekali tidak mendapatkan siswa pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022-2023. Namun pihak sekolah tersebut tidak ingin dipublikasikan oleh Bangkapos.com. ( Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved