Breaking News:

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung Bangun Fasilitas Layanan Perpustakaan

PENJABAT (Pj) Gubernur Babel, Ridwan Djamaludin meletakan batu pertama pembangunan gedung fasilitas layanan

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: M Ismunadi
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel
Acara peletakan batu pertama pembangunan gedung fasilitas layanan perpustakaan Babel di Komplek Perkantoran Pemprov Babel, Senin (25/7/2022) siang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penjabat (Pj) Gubernur Babel, Ridwan Djamaludin meletakan batu pertama pembangunan gedung fasilitas layanan perpustakaan Babel di Komplek Perkantoran Pemprov Babel, Senin (25/7/2022) siang. 

Pembangunan ini menghabiskan anggaran kurang lebih Rp15 miliar, dengan rincian dana pusat Rp14 miliar dan APBD Rp1,5 miliar.

Diketahui, gedung ini akan memiliki berbagai fasilitas. Dengan tiga tingkatan dan satu tingkat tambahan desain rooftop.

Ridwan berharap pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar dan penting memperhatikan pemeliharaan gedung setelah rampung nantinya.

 "Pembangunan (anggaran, red) sebagian besar dari perpustakaan nasional. Kita hanya kurang lebih 10 persen dari APBD. Aspek pemeliharaan juga penting menjadi perhatian saya. Barangkali ketika ada acara tertentu, di situlah kita melihat perbaikan saat pelaksanaannya," ujar Ridwan.

Menurutnya, perpustakaan memiliki peran penting menciptakan budaya baca bagi masyarakat, serta membuka akses informasi dan menyediakan data akurat dalam hal sumber referensi.

 "Perpustakan bisa diibaratkan sebagai kelas pembelajaran bagi lapisan masyarakat. Keberadaan perpustakaan penting diperhatikan dan dibudayakan," katanya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel, Rakhmadi mengatakan, tujuan pembangunan ini guna meningkatkan minat baca.

 "Rendahnya literasi menjadi masalah dasar bagi bangsa, karena berujung pada perkembangan SDM. 

Perlunya upaya khusus untuk meningkat literasi, dengan ini semoga bisa memberi layanan terbaik," kata Rakhmadi.

Bunda Literasi Babel, Sri Rahayu Mulya Naziarto berharap, perpusatakaan ini diatur dengan desain yang menarik, agar menarik minat baca dan pengunjung.

"Saya ingin diatur semenarik mungkin, artinya anak-anak ini nyaman di perpustakaan, ada booth untuk selfie, mereka buat status, semua tidak jauh dari multimedia sekarang ini," kata Sri.

Ia juga menyarankan di perpustakaan ini tak hanya ada buku-buku saja, tetapi ada kuliner seperti pojok UMKM.

 "Kita tidak menampik sekarang mudah mengakses buku lewat digital, Ini jadi PR kita bersama untuk meningkatkan minat baca, pertama dari sisi keluarga lah," jelasnya. (Advertorial/s2)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved