Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Dua Wanita Bateng Pergi Tanpa Kabar, Psikolog Sebut Perlu Analisa Mendalam Melihat Sisi Psikologis

Mengenai keterlibatan perempuan yang selalu meninggalkan rumah, akademisi itu menilai lantaran perempuan selalu berpikir melibatkan perasaan.

Penulis: Akhmad Rifqi Ramadhani | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Pribadi
Psikolog sekaligus Dosen Psikologi Islam IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramita 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Beberapa waktu terakhir, fenomena wanita muda dan wanita bersuami pergi dari rumah tanpa kabar, menjadi perhatian publik.

Di Bangka Tengah, ada sejumlah wanita pergi begitu saja meninggalkan keluarga. Terakhir, Putri (20), warga Desa Kulur Ilir dan Badiyati (37), warga Desa Perlang, hilang begitu saja bak ditelan bumi.

Badiyati tega meninggalkan suami yang menikahinya selama belasan tahun, dengan membawa anak bungsunya.

Menanggapi hal itu, Psikolog sekaligus Dosen Psikologi Islam IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramita, mengatakan, untuk melihat kondisi psikologis seseorang, tidak bisa hanya dinilai dari kasat mata saja, melainkan butuh analisa mendalam.

Dalam ilmu psikologi perkembangan, usia 18-22 tahun merupakan usia perkembangan remaja akhir.

Di sini, perkembangan seseorang dalam tahap pencarian jati diri dan emosi belum stabil, sehingga berdampak pada kemampuan dalam mengambil keputusan dan akhirnya mudah dipengaruhi orang lain.

Mengenai keterlibatan perempuan yang selalu meninggalkan rumah, akademisi itu menilai lantaran perempuan selalu berpikir melibatkan perasaan. Hal inilah yang bisa dijadikan celah atau dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, penting membentengi diri agar perempuan tidak mudah dipengaruhi orang lain.

Pertama, kuatkan iman menjadi hal penting di era saat ini karena pegangan utama adalah dekat dengan Allah SWT.

Kedua, membuka diri untuk keluarga yang menjadi circle (lingkaran) terdekat

"Mau menerima masukan dan kritikan dari orang terdekat kita," ucapnya kepada Bangkapos.com Kamis (28/7/2022) sore.

Ketiga, fokus pada diri dan kegiatan saat ini yang dilakukan, supaya sadar akan usaha yang sedang diperjuangkan untuk masa depan. Keempat, waspada terhadap orang yang baru dikenal.

Siska menyebut, peran keluarga sangat dibutuhkan agar mengenali lebih dekat remaja perempuan ini.

Misalnya selalu ajak bercerita, memperlakukan remaja seperti teman, karena remaja akan cenderung menyukai hal ini, serta kenali pula teman dan ruang lingkup sekitar remaja.

Mengenai kasus perempuan usia dewasa yang juga kabur dari rumah, dikatakannya hal ini tidak bisa disamakan dengan kasus remaja perempuan pada umumnya.

Bisa saja ada perselisihan dalam rumah tangga, sehingga sang istri memilih keluar rumah dan tak mau berlarut-larut. ( Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved