Breaking News:

Hasil Autopsi Ulang Brigadir J Keluar Paling Lama 2 Bulan, Ade Firmansyah Sebut Ini Kesulitannya

Dikatakan Ade Firmansyah rentang waktu keluarnya hasil autopsi ulang Brigadir J diperkirakan 1-2 bulan. Ia mengaku mengalami sejumlah kesulitan.

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: M Zulkodri
Tangkapan layar YouTube Kompas TV
Ketua Tim Dokter Forensik yang mengautopsi jenazah Brigadir J, Ade Firmansyah Sugiharto 

BANGKAPOS.COM - Sampel hasil autopsi ulang jenazah Brigadir Nopryansah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan mikroskoptik.

Ketua tim dokter forensik, Ade Firmansyah Sugiharto mengatakan sampel akan dibawa dan diteliti di Laboratorium Patologi Anatomik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Untuk diketahui proses autopsi ulang Brigadir J melibatkan tim kedokteran forensik Indonesia.

Proses tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia, Ade Firmansyah Sugiharto

Dikatakan Ade, rentang waktu keluarnya hasil autopsi ulang Brigadir J diperkirakan 1-2 bulan

"Lama pemeriksaan kami perkirakan tentunya 2-4 minggu untuk memproses sampel jaringan itu hingga menjadi slide hingga bisa dipastikam" jelasnya kepada awak media, sebagaimana melansir Kompas TV, Rabu (27/7/2022).

"Tentunya kami akan periksa lagi, jadi rentangnya saya enggak mau menggebu-gebu mungkin antara 4-8 minggu lah ya sampai keluar hasil yang akan kita berikan kepada pihak penyidik," lanjutnya.

Ade Firmansyah mengaku mengalami sejumlah kesulitan.

"Autopsi mengalami beberapa kesulitan, (yakni) jenazah sudah diformalin dan mengalami beberapa derajat pembusukan, yang sudah kami antisipasi akan terjadi," kata ketua tim dokter forensik sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI)  di ruang konferensi pers RSUD Sungai Bahar, Jambi.

Tangkapan layar video siaran langsung proses autopsi ulang Brigadir J
Tangkapan layar video siaran langsung proses autopsi ulang Brigadir J (Youtube/KompasTV)

Menurut Ade, kondisi jenazah yang sudah mulai mengalami proses pembusukan membuat sejumlah titik di tubuh jenazah menampakkan warna kemerahan atau kecoklatan seperti luka.

"Karena pada saat terjadi pembusukan, tentunya kami harus berhati-hati, warna merah di tubuh itu bisa saja postmortem staining atau postmostem discoloration (warna kemerahan di kulit karena darah berhenti mengalir di dalam tubuh atau setelah seseorang meninggal dunia -red) yang harus kami pastikan dengan pemeriksaan mikroskopik," jelasnya.

Kepala Departemen Dokter Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu juga menerangkan, tanda yang tampak seperti luka itu harus dipastikan menggunakan pemeriksaan laboratorium.

"Hasil pemeriksaan tentunya membutuhkan waktu, konklusinya adalah setelah nanti adanya pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah itu betul luka atau tidak," ungkapnya.

Selain itu, dokter forensik juga perlu memeriksa intravitalitas atau tanda-tanda di tubuh jenazah akibat suatu tindakan tertentu.

"Tentu harus kami periksa intravitalitas lukanya, apakah betul-betul luka, kalau pun itu luka, kami pastikan itu luka sebelum atau setelah kematian," imbuhnya.

Ditanya soal bagian pemeriksaan autopsi tersebut, Ade mengatakan fokus dari tim forensik adalah sebagaimana permintaan dari kuasa hukum keluarga Brigadir J.

"Jadi bagian yang kami periksa terutama pada luka, ada beberapa tempat menjadi fokus penelitian kami, apakah itu luka sebelum atau sesudah kematian," ungkap Kepala Departemen Dokter Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu.
Sementara saat diminta menyimpulkan penyebab kematian Brigadir J, Ade menegaskan lebih lanjut mengenai tugasnya saat itu.

"Untuk masalah (penyebab kematian) kami sebagai saksi ahli membatasi untuk tidak mengatakan apakah disiksa atau penembakan atau segala macam, kami melihat mana jenis kekerasan penyebabnya dan efek kekerasan tersebut pada tubuh manusia," jelasnya lagi.

(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved