Breaking News:

Berita Bangka Barat

Pemkab Bangka Barat akan Perjuangkan Pupuk Subsidi untuk Petani Sawit, Karet dan Lada

Bng Ming Ming menduga keputusan pemerintah pusat mencabut pupuk subsidi se-Indonesia ini, lantaran tidak mempunyai data yang lengkap.

Penulis: Yuranda | Editor: Novita
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat akan memperjuangkan pupuk subsidi yang dicabut oleh pemerintah pusat. Pupuk itu tidak dialokasikan lagi kepada petani kelapa sawit, karet dan lada.

Keputusan tersebut tertuang di Permentan Nomor 10 Tahun 2022, hanya mengalokasikan pupuk subsidi ke petani kakao, kopi dan tebu.

Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, mengatakan, pemerintah kabupaten melalui Dinas Pertanian dan Pangan Bangka Barat, akan mendatangi Kantor Kementerian Pertanian untuk mengupayakan pupuk subsidi agar tidak dicabut.

Dia menduga keputusan pemerintah pusat mencabut pupuk subsidi se-Indonesia ini, lantaran tidak mempunyai data yang lengkap, sehingga langsung disamaratakan semua.

"Kemungkinan keputusan pemerintah pusat karena mereka tidak punya data yang lengkap. Nanti kami akan datang ke Kementerian Pertanian untuk mengupayakan ini. Semoga ada sesuatu yang baik untuk petani di Babar," kata Bong Ming Ming, Minggu (31/7/2022).

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, tambahnya, akan berupaya sepenuhnya untuk mencari solusi mengenai pupuk subsidi ini.

Pasalnya, kondisi masyarakat sedang ditambah harga karet, sawit, serta lada tidak jelas.

"Harga sawit, karet dan lada tak jelas, ditambah pupuk subsidi dicabut, kan ini sangat miris mereka kan," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah kabupaten telah mempunyai strategi jangka panjang untuk membantu para petani. Saat ini Peraturan Daerah tentang Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) sedang digodok.

"Nantinya dalam perda tersebut akan dirumuskan skema untuk membantu petani karet, sawit dan lada, terutama masalah harga. Namun untuk ini karena Perseroda belum siap dan sebagainya, ya saya tidak bisa bicara banyak," jelasnya.

Rencana jangka panjang yang dimaksud Wabup Bangka Barat itu antara lain, perkebunan diupayakan memiliki tanaman penunjang seperti kapulaga atau tumpang sari.

Dengan harapan ketika harga sawit dan karet turun, tanaman penunjang bisa membantu. Untuk it, pemda akan berkolaborasi dengan BUMD, BUMDes, serta perbankan.

"Khusus lada, kami akan bicara tentang bagaimana kita mencari pasar baru yang tentu harganya berbeda, terutama Belanda dan di wilayah Eropa lainnya yang akan kita cari pasarnya," ucapnya.

Sedangkan untuk solusi jangka pendek terkait pupuk subsidi, pihaknya berencana mendiskusikannya ke DPR RI sebagai langkah untuk mengadvokasi para petani sawit di Bangka Barat, agar tidak benar - benar terpuruk. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved