Berita Pangkalpinang
Bahas RTRW Provinsi Bangka Belitung, Pemprov Usulkan Tiga Skenario
Pemerintah provinsi Bangka Belitung menggelar rapat pembahasan terkait kebijakan dan strategi penataan ruang di Bangka Belitung (Babel).
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah provinsi Bangka Belitung menggelar rapat pembahasan terkait kebijakan dan strategi penataan ruang di Bangka Belitung (Babel) di Ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur, Senin (1/8/2022) siang.
Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bangka Belitung, M Yunus mengatakan dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Provinsi ini juga akan mengintegrasikan dengan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K).
"Rapat ini membahas tujuan dan strategi penataan ruang yang harus diintegrasikan dengan RZWP3K. Nanti ke depan tidak ada lagi RZWP3K, yang ada rencana tata ruang wilayah (RTRW) provinsi," ungkap Yunus usai rapat tersebut.
Baca juga: Ekspedisi Bangkapos Mantung-Tanjung Ru, Kisah Guru Rela Seberangi Lautan Demi Mengajar Muridnya
Baca juga: INILAH Nama Oknum PNS Pemkab Bangka dan Pria yang Ngaku Wartawan Beking Tambang Ilegal Air Mawar
Dalam pembahasan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu ada tiga skenario yang telah diusulkan untuk disepakati bersama, baik dari eksekutif dan legislatif.
Tiga skenario yang diusulkan tersebut meliputi :
Skenario pertama, penataan ruang wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah provinsi yang aman, berdaya saing, berkelanjutan, dan maju melalui keterpaduan, keseimbangan, dan keserasian industri, pertanian, perikanan, pariwisata, dan pertambangan di wilayah daratan dan perairan pesisir.
Skenario kedua, mewujudkan tata ruang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang bertumpu pada perkebunan dan perikanan yang kompetitif dan pariwisata berkualitas yang ditunjang pertambangan unggulan berbasis masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan.
Skenario ketiga, mewujudkan tata ruang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai pusat energi baru terbarukan yang berbasis pertambangan, perkebunan dan perikanan didukung pariwisata berkualitas dan pembangunan berkelanjutan.
Dari tiga skenario itu, hasil pembahasan pihak pemprov akan mengusulkan kombinasi dari skenario satu dan skenario tiga.
"Harusnya menyepakati skenario tujuan, ternyata belum sepakat. Ada tiga yang ditawarkan, forum menawarkan kombinasi skenario satu dan skenario tiga, tim ahli akan merumuskan kembali sebelum disampaikan ke dewan. Nanti setelah dirumuskan akan disampaikan lagi ke dewan," kata Yunus.
Baca juga: Heboh Penemuan 2 Mayat Bocah Mengapung di Laut, Ternyata Ini Penyebabnya
Baca juga: Siswi SMP di Bangka Selatan Dicabuli Teman saat Hendak Pulang Sekolah, Korban Alami Trauma
Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya sudah mengakomodir segala masukan beberapa dewan yang hadir.
"Sudah kita akomodir, tapi tidak semua fraksi yang hadir. 4 fraksi dari 7 yang hadir. Nanti akan secepatnya kami sampaikan ke dewan. Kita susun setelah dapat kerangka, kita bicarakan lagi hasil materi untuk ke dewan baru disampaikan ke pusat untuk disetujui," jelas Yunus.
Menurutnya, dengan adanya rencana tata ruang wilayah provinsi sehingga akan ada perubahan pula ditingkat kabupaten/kota.
"Pasti ada perubahan, ya terutama infrastruktur, kayak tadi Jembatan Bahtera belum masuk di RTRW yang lama, itu kata dewan tadi harus dimasukan. TPA regional harus diakomodir. Kalau ke pemakaman umum lebih ke RTRW kabupaten sebetulnya," ungkap Yunus.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/202208001-rapat.jpg)