Breaking News:

Berita Bangka Barat

Pemkab Bangka Barat Defisit Anggaran Ratusan Miliar, DPRD Minta Hemat dan Tingkatkan PAD

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Barat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, mengurangi belanja tidak perlu.

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Yuranda
Ketua DPRD Bangka Barat Marudur Saragih 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Barat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, mengurangi belanja tidak perlu.

Hal tersebut dilakukan guna penghematan anggaran, lantaran saat ini pemerintah mengalami defisit anggaran sekitar ratusan miliar.

Selain menghemat dewan juga meminta pemkab untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) pertahunnya lantaran Bangka Barat banyak potensi.

Baca juga: Zainul Basyar Dinobatkan Juara Rising Star Dangdut 2022, Begini Perjuangannya saat Mengikuti Audisi

Baca juga: Sat Narkoba Polres Bangka Amankan 3,73 Kg Sabu, 389 Butir Ektasi dan 0,25 Gram Ganja

Ketua DPRD Bangka Barat Marudur Saragih mengatakan kondisi Pemkab Bangka Barat yang defisit anggaran banyak infrastruktur yang rusak. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan mengurangi belanja tidak perlu.

"Dengan kondisi defisit anggaran, ini jalan kita sudah mulai rusak dan jembatan kita banyak yang roboh. Kita harus berfikir, jadi harapan kami jangan belanja yang tidak penting," kata Marudur, Selasa (2/8/2022).

Selain itu, Marudur juga mengusulan yang dimunculkan pemerintah daerah harus yang real di masyarakat. Seperti perbaikan jalan dan jembatan untuk membantu pemulihan ekonomi.

"Pengajuan itu harusnya real di masyarakat, yang bisa membantu mereka. Ini yang diprioritasnya yang tinggi-tinggi tapi kenyataan tidak ada. Kami mendorong seperti itu programnya real, yang penting untuk rakyat," ungkapnya.

2023 Pemkab Bangka Barat Kembali Defisit

Menurut Marudur, setelah membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), diperkirakan di tahun 2023, anggaran Kabupaten Bangka Barat akan kembali defisit.

"2023 pasti defisit. Perkiraan hampir sama jumlah defisitnya, karena kita sekarang masih bergantung sama Dana Alokasi Umum (DAU), dana dari pusat, bukan kemampuan asli daerah," ungkap Marudur.

Baca juga: Jual Property di Tanah yang Belum Lunas, Reza Diadili, Klaim Kasusnya Ranah Perdata

Baca juga: Terungkap Motif Henny Curi Uang Rp 17 Juta dari Toko Bumbu di Belitung Timur

Lebih lanjut Marudur mengatakan, pemerintah daerah perlu mensiasati belanja ini untuk bisa di cover dari pemasukan daerah, sebab di tahun 2023 mendatang ada kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang tentunya memerlukan anggaran besar.

"Banyak Pekerjaan Rumah (PR), dengan defisit anggaran apakah mampu pemda menyediakan anggaran ini untuk kegiatan lain. Ini karena, sampai hari ini kami belum tahu keseluruhan berapa defisitnya tahun 2023. Kalau tahun 2022 hampir seratus sekian miliar yang harus kita tutupi," ungkap Marudur.

Untuk mengantisipasi terjadinya defisit anggaran terjadi lagi, DPRDmeminta Pemerintah Daerah Bangka Barat untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pertahunnya.

"Kalau tidak Bangka Barat ini semakin suram karena PAD-nya tidak naik-naik dianggarkan cuma Rp70 miliar sampai Rp80 miliar satu tahun. Dengan potensi kita banyak sebenarnya, kami akan kaji bagaimana ini PR bersama khusus untuk bisa meningkatkan PAD," tegas Marudur.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved