Breaking News:

Penjelasan JNE Soal Timbunan Sembako Presiden di Depok, Kemensos Malah Tak Tahu-menahu

Warga menemukan 1 ton paket sembako di kedalaman 3 meter yang terdiri dari beras, telur, tepung terigu, dan minyak goreng.

Editor: M Ismunadi
(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Beras bantuan sosial tersebut ditimbun di Depok, diduga dipendam 2 tahun lalu saat awal Covid-19 di Indonesia 

BANGKAPOS.COM - Beberapa hari belakangan masyarakat Indonesia dihebohkan dengan foto paket sembako yang terkubur di sebuah lahan kosong.

Foto paket-paket sembako yang viral di jagat maya itu ternyata dipendam di sebuah lahan kawasan Kalimulya, Depok, Jawa Barat.

Diberitakan bahwa warga menemukan 1 ton paket sembako di kedalaman 3 meter yang terdiri dari beras, telur, tepung terigu, dan minyak goreng.

Dilansir Kompas.com, penimbunan itu dilakukan oleh perusahaan ekspedisi JNE.

Mengutip banyak sumber, bantuan Presiden saat masa pandemi Covid-19 yang berupa 10kg beras dan tepung serta segala macam kebutuhan untuk masyarakat luar daerah dan luar Pulau Jawa ini dipendam selama kurang lebih 1-2 tahun.

Perusahaan ekspedisi JNE menjelaskan sembako tersebut mengalami kerusakan dan kemudian dikubur.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada kepolisian, JNE menyebut sembako itu rusak karena terkena hujan saat proses pengambilan beras di gudang. 

"Saat pengambilan beras di gudang Pulogadung ini mengalami gangguan di perjalanan akibat cuaca hujan deras. Sehingga beras dikatakan dalam kondisi rusak," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, Senin (1/8/2022) dilansir Kompas.com.

Lokasi dugaan penimbunan sembako di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (31/7/2022). JNE perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman, angkat suara terkait dugaan penimbunan sembako di Lapangan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok.
Lokasi dugaan penimbunan sembako di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (31/7/2022).
JNE perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman, angkat suara terkait dugaan penimbunan sembako di Lapangan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok.
(TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Kepada penyidik, pihak JNE mengaku bekerja sama dengan PT DNR selaku pemenang tender program Bansos Presiden RI.

JNE bertugas mengantarkan paket sembako dari Kementerian Sosial tersebut ke penerima manfaat secara door to door sesuai data dari pihak PT DNR.

Atas dasar itu, pihak JNE pun merasa bertanggung jawab untuk mengganti rugi paket sembako rusak tersebut dengan barang yang baru.

"Dikarenakan basah akibat kesalahan operasional pihak JNE, maka mereka mengganti dan tidak dibebankan kepada pemerintah," ungkap Zulpan.

Paket sembako yang rusak ditimbun di lahan dekat Gudang JNE cabang Depok.

Sebab, pihak JNE merasa sudah menggantinya dengan barang yang baru.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved