Breaking News:

Berita Bangka Barat

Puluhan Tahun Tanjung Ru Tak Ada Dermaga Sandar, Camat Parittiga Minta Kades Ajukan Pembangunan

Warga yang hilir mudik menggunakan transportasi kapal pompong di Teluk Kelabat, telah menghidupkan urat nadi kehidupan di sana sejak berpuluh tahun.

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani
Penumpang menaiki pompong menuju Tanjung Ru Bakit, Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga yang hilir mudik menggunakan transportasi kapal pompong di Teluk Kelabat, telah menghidupkan urat nadi kehidupan di sana sejak berpuluh tahun lalu. 

Penyeberangan dari Tanjung Ru, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat menuju Mantung, Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini hanya menggunakan sarana transportasi sederhana ini.

Sementara Mantung yang berada di sisi daratan Belinyu, memiliki sejarah panjang kejayaan PLTU pada masanya. 

Begitu pula Tanjung Ru, yang kini ramai aktivitas ekonomi seiring munculnya tambang timah di Teluk Kelabat. 

Untuk mempermudah kapal pompong bersandar dan memberikan rasa aman, seharusnya di Tanjung Ru dibangun dermaga.

Baca juga: Breaking News, Tabrakan Maut Antara Truk dengan Minibus di Jalan Raya Desa Serdang Bangka Selatan

Baca juga: Warga Dengar Suara Ledakan Ternyata Tabrakan Truk dengan Minibus, Sopir Truk Luka Parah

Namun, Pemerintah Kecamatan Parittiga, belum ada rencana untuk membangun dermaga sandar di sana. 

"Memang harus ada perhatian dinas terkait. Sementara dermaga saat ini dibuat menggunakan kayu seadanya dan kurang memadai. Kami minta kepala desa untuk mengajukan hal tersebut ke dinas terkait agar segera dibangun dermaga sandar," ungkap Camat Parittiga, Madirisa, saat dikonfirmasi, Rabu (3/8/2022). 

Dengan adanya dermaga, para penumpang bisa terdata baik berangkat maupun datang, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman saat bersandar di dermaga tersebut. 

"Jadi penumpang mendapatkan rasa aman dan nyaman saat menepi. Saat ini belum ada rencana pembangunan itu. Bukan kami yang usulkan, seharusnya pemerintah desa yang mengusulkan ke dinas dan kami mengetahui saja," saran Madirisa.

Sementara itu, di Tanjung Ru sangat minim lampu penerangan, sehingga saat melakukan penyebaran di malam hari para kapal harus menggunakan lampu senter kepalanya. 

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved