Kamis, 28 Mei 2026

Irjen Ferdy Sambo Muncul ke Publik, Pakar Mikro Ekspresi: Ini Permintaan Maaf yang Sudah Dirancang

Pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra, menemukan ada kejanggalan dalam permohonan maaf yang diutarakan Irjen Ferdy Sambo.

Tayang:
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Iwan Satriawan
Tangkapan layar YouTube Kompas TV
Penjelasan pakar ekspresi wajah soal permintaan maaf Irjen Ferdy Sambo 

BANGKAPOS.COM - Irjen Ferdy Sambo akhirnya muncul ke publik usai hampir sebulan tewasnya sang ajudan, Brigadir Yoshua di rumah dinasnya.

Ia tiba di Mabes Polri mengenakan seragam dinas kepolisian lengkap dan dikawal ajudan untuk memberi keterangan sebagai saksi dalam kasus pengusutan kematian Yoshua, Kamis (4/8/2022). 

Ferdy Sambo menyampaikan permintaan maafnya atas pembunuhan yang terjadi di rumah dinasnya tersebut.

Selanjutnya, Irjen Ferdy Sambo juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Brigadir Yoshua. Dia berharap keluarga Brigadir Yoshua diberi kekuatan menghadapi insiden ini.

Irjen Ferdy Sambo juga menyinggung insiden yang menimpa istrinya.

Dia meminta semua pihak berhenti menyampaikan asumsi atau persepsi terkait kasus pembunuhan di rumah dinasnya tersebut.

Apalagi, jika pandangan yang disampaikan itu membuat simpang siur kasus tersebut.

Kadiv Propam nonaktif Polri itu juga meminta doa kepada masyarakat agar istrinya bisa segera pulih dari trauma.

Pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra, menemukan ada kejanggalan dalam permohonan maaf yang diutarakan Irjen Ferdy Sambo.

Lewat tayangan Kompas TV, ekspresi sekaligus pernyataan Irjen Sambo pun ditelaah meski tampak memakai masker.

"Bagian lowercase-nya kan ketutup masker ya, jadi tingkat validasinya pasti menurun," ujar Kirdi dilansir Kompas TV, Kamis (4/8/2022).

"Jadi nyaris tanpa ekspresi tapi kalau digabungkan dengan suara itu menandakan kalau dia tegang sebetulnya," tambahnya lagi.

Kirdi menyebutkan, permintaan maaf yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo itu menurutnya memang sudah ditata dengan sedemikian rupa. 

"Kalau kita berbicara tentang permintaan maaf ini permintaan maaf yang "dirancang" dengan baik, karena ini tidak tiba-tiba dari hatinya karena nada-nada kalimat yang ia ucapkan itu tertata dan cukup lugas," jelasnya kemudian.

Menurut Kirdi, meskipun Sambo berkepribadian tegas, ia tetap menyoroti pernyataan bela sungkawa Sambo mengingat sosok Brigadir J adalah orang terdekatnya.

"Bisa jadi kalau Irjen Sambo ini memang orangnya lugas tegas, tapi yang dibicarakan disini adalah peristiwa hilangnya nyawa seseorang dan seseorang ini bukan orang jauh, orang ini adalah orang yang sangat dekat dan bisa jadi selama ini dianggap anak mungkin," jelas Kirdi.

"Jadi gini kalau yang namanya permintaan maaf belasungkawa itu kan enggak bisa dipaksa," tambahnya lagi.

Ia lantas menyebutkan, orang yang minta maaf dengan sedih biasanya intonasinya berbeda dengan gaya bicara sehari-hari.  

Apalagi, permintaan maaf itu, kata dia, dilakukan secara terbuka di instutusi penegak hukum dan dilakukan oleh salah seorang petinggi sebelum diperiksa. 

"Menariknya apa? model komunikasi verbal dan nonverbal di situ buat masyarkat umum tanya, ini negara hukum bukan ya? Kalau seorang penegak hukum boleh memberi narasi seperti itu, artinya dia, tanda petik, bisa minta maaf secara formal, bukan maaf emosional. ia minta maaf pada instiusi," ungkapnya. 

Apalagi, kata dia, pesan maaf dari Irjen Ferdy Sambo itu ditujukan kepada masyarakat agar tidak gundah gulana. 

"Ini benar-benar disampaikan, karena dia harus melakukan itu karena masyarakat agar tidak lagi gundah gulana," paparnya. 

(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved