Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

MyPertamina Bikin Ribet, Masyarakat Bangka Belitung Minta Ditinjau Ulang

PT Pertamina akan menerapkan pembelian Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina Pangkapinang, Kabupaten Bangka Barat dan Beltim.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Pembelian pertalite di SPBU di Jalan Ahmad Yani Dalam Kota Pangkalpinang, Jumat (1/7/2022). Rencananya, PT Pertamina (Persero) akan menerapkan kebijakan ini di tiga daerah di Bangka Belitung, yaitu Kota Pangkapinang, Kabupaten Bangka Barat dan Belitung Timur. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Masyarakat Bangka Belitung siap-siap menggunakan aplikasi My Pertamina saat membeli BBM jenis Pertalite dan Solar di SPBU.

Rencananya, PT Pertamina (Persero) akan menerapkan kebijakan ini di tiga daerah di Bangka Belitung, yaitu Kota Pangkapinang, Kabupaten Bangka Barat dan Belitung Timur.

Kebijakan membeli BBM Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi My Pertamina di 3 daerah Bangka Belitung ini akan mulai diterapkan pada Agustus 2022 ini.

Nantinya para pengendara yang ingin membeli kedua jenis bahan bakar bersubsidi tersebut wajib terdaftar di aplikasi My Pertamina.

Warga Mengeluh My Pertamina Bikin Ribet

Kebijakan penggunaan aplikasi My Pertamina bagi konsumen pertalite dan solar subsidi oleh Pertamina ini dirasa memberatkan masyarakat dan bikin ribet.

Dinda misalnya. Warga Kota Pangkalpinang ini mengaku kurang setuju dengan sistem pembelian melalui aplikasi My Pertamina.

"Kalau menurut saya, mentang-mentang zaman sekarang digital jangan sampai mau beli BBM juga pakai HP, jadi ribet pasti " ujar Dinda kepada Bangka Pos saat antre BBM di SPBU Jalan Sungaiselan, Rabu (3/8) siang.

Baca juga: INILAH Daftar 50 Daerah Uji Coba MyPertamina Untuk Beli BBM Bersubsidi Pertalite dan Solar

Penggunaan aplikasi My Pertamina kata Dinda juga akan membingungkan masyarakat. Pasalnya saat hendak bertransaksi BBM nantinya harus mengeluarkan handphone, padahal di setiap SPBU terpampang larangan menggunakan ponsel.

"Setahu saya saat mengisi bensin itu tidak boleh bawa handphone dan itu terpampang jelas posternya dilarang menggunakan handphone.Tapi nanti justru harus menggunakan handphone. Jadi bingung saya," ungkapnya.

Mulai 1 Juli 2022 Pertamina melakukan uji coba pembelian Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina di 11 daerah kabupaten dan kota.
Mulai 1 Juli 2022 Pertamina melakukan uji coba pembelian Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina di 11 daerah kabupaten dan kota. (mypertamina.id)

Selain itu, menurutnya tak semua orang memiliki smartphone, khususnya orang tua dan juga warga yang kurang mampu.

"Kalau yang mau ngisi BBMnya orang tua pasti mereka kebingungan. Mereka ada yang tidak menggunakan smartphone. Gak kebayang juga nanti pasti antrenya bakalan lebih lamai karena setiap mau beli bensin harus ngeluarin HP dulu,” bebernya.

Dinda mengaku tak memiliki niatan mendaftarkan diri melalui aplikasi tersebut. Meski pendaftaran segera dibuka.

Ia pun mengaku tidak masalah bila nanti harus beralih ke BBM non subsidi pertamax seharga Rp 12.500 per liter.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved