Breaking News:

Berita Pangkalpinang

BPOM Pangkalpinang Sita Ribuan Kosmetik Ilegal Bernilai Puluhan Juta    

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, menyita ribuan buah kosmetik ilegal yang bernilai puluhan juta rupiah di daerah itu

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Petugas dari BPOM Pangkalpinang saat memeriksa sejumlah kosmetik di berbagai toko kosmetik yang ada di Pangkalpinang, Jumat (5/8/2022). (Ist BPOM Pangkalpinang) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, menyita ribuan buah kosmetik ilegal yang bernilai puluhan juta rupiah di daerah itu, Jumat (5/8/2022).

Kepala BPOM Pangkalpinang, Tedy Wirawan mengatakan, penyitaan kosmetik itu dilakukan lewat penertiban yang digelar BPOM di dua daerah, yakni Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka selama dua pekan. Dimana aksi tersebut dilakukan serentak oleh seluruh BPOM di Indonesia.

“Aksi penertiban ini dilakukan pada minggu ketiga dan keempat bulan Juli tahun 2022,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (5/8/2022).

Tedy mengungkapkan, dari aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya itu pihaknya berhasil menyita sebanyak 1.279 buah kosmetik yang ditaksir bernilai Rp27.492.287. Rinciannya,  1.244 buah kosmetik tanpa izin edar, 13 buah kosmetik mengandung bahan berbahaya dan 22 buah kosmetik kedaluwarsa.

Ribuan kosmetik berbahaya itu didapati dari 24 sarana distribusi kosmetik di beberapa lokasi di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka. Kegiatan itu juga turut menggandeng Dinas Kesehatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan  setempat.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan juga diketahui ada 11 sarana distribusi kosmetik memenuhi ketentuan, sedangkan 13  Sarana lainnya tidak memenuhi ketentuan.

“Pelaku usaha mengaku bahwa sebagian besar kosmetik tanpa izin edar yang mereka jual kebanyakan mereka dapatkan secara online melalui marketplace (Pasar dalam jaringan-Red),” terang Tedy.

Lanjut dia, kegiatan itu dilakukan untuk menurunkan tingkat peredaran dan melindungi masyarakat dari kosmetik yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Kosmetik dalam hal ini adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada luar tubuh manusia seperti epidermis kulit, rambut, kuku, bibir dan organ genital luar atau gigi.

Ada pula yang digunakan untuk memberan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara kondisi tubuh pada kondisi baik. Bahkan berdasarkan data selama lima tahun terakhir sebanyak 234.467 produk kosmetik mendapatkan notifikasi di Badan POM.

“Untuk para pelaku usaha agar menjadi pelaku usaha yang bertanggungjawab dengan hanya memproduksi dan atau mengedarkan kosmetik yang sudah mendapatkan notifikasi di Badan POM,” ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved