Breaking News:

Berita Sungailiat

Terjadi Pergeseran Anggaran, Banyak Kegiatan di Kabupaten Bangka Tertunda

DPRD Kabupaten Bangka menggelar rapat paripurna penyampaian rancangan perubahan KUA dan perubahan PPAS APBD.

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
DPRD Kabupaten Bangka menggelar rapat paripurna penyampaian rancangan perubahan KUA dan perubahan PPAS APBD Kabupaten Bangka Tahun 2022 dan penyampaian hasil riset di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bangka, Jumat (05/08/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- DPRD Kabupaten Bangka menggelar rapat paripurna penyampaian rancangan perubahan KUA dan perubahan PPAS APBD Kabupaten Bangka Tahun  2022 dan penyampaian hasil riset di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bangka, Jumat (05/08/2022).

Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar mengatakan tahun ini banyak terjadi pergeseran anggaran, sehingga banyak kegiatan yang masih tertunda pelaksanaannya. 

"Hal ini perlu disikapi melalui perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 dengan menyusun perubahan KUA dan perubahan PPAS terlebih dahulu. Makanya KUA dan PPAS ini akan dijadikan dasar bagi perangkat daerah dalam penyusunan RKA dan penyusunan R-APBD perubahan," jelas Iskandar.

Baca juga: Taufik Koryanto Resmi Gantikan Mendra Sebagai Wakil Ketua 1 DPRD Bangka

Baca juga: Waspada Pemilih Ganda, Bawaslu Pangkalpinang Ingatkan Bisa Dipidana Penjara 1 Tahun Enam Bulan

Baca juga: Pihak Maskapai Akui Pembelian Tiket Pesawat Dominan Online, Keterisian Penumpang Hingga 80 Persen

Dilanjutkannya agenda rapat paripurna kedua penyampaian hasil reses yang sudah dilaksanakan tanggal 16 - 17 Juli 2022 lalu oleh anggota DPRD Kabupaten Bangka.

"Kegiatan reses di daerah pemilihan masing-masing, dengan tujuan untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihan sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan," kata Iskandar.

Sementara itu Wakil Bupati Bangka Syahbudin mengatakan terdapat tiga faktor utama yang mempunyai dampak signifikan terhadap keberlangsungan APBD 
2022. 

"Pertama, penyesuaian perhitungan Silpa hasil audit BPK. Kedua, beberapa dinamika anggaran menyebabkan harus dilakukannya perubahan dan pergeseran anggaran antar Kegiatan dan antar jenis belanja dalam beberapa OPD," kata Syahbudin.

Dilanjutkannya, ketiga adanya berbagai kebijakan Pemerintah pusat dan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung mengharuskan penggunaan anggaran yang ditujukan untuk mendanai berbagai bentuk kegiatan dan kebijakan pemerintah pusat tersebut.

Baca juga: Pelaku Pencurian Dibekuk Tim Kobra Polres Bangka Tengah usai Maling Handphone dari Dalam Jok Motor

Baca juga: Awas Berani Bakar Hutan dan Lahan Bisa Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara Denda Rp 5 Miliar

Ditambahkannya, sedangkan kegiatan reses adalah kegiatan yang langsung  bersentuhan dengan masyarakat guna menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. 

"Dengan demikian apa yang diinginkan dan dikeluhkan masyarakat dapat tersampaikan dan dapat diselaraskan dengan prioritas pembangunan dalam kegiatan pembangunan daerah," harap Syahbudin.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved