Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Waspada Pemilih Ganda, Bawaslu Pangkalpinang Ingatkan Bisa Dipidana Penjara 1 Tahun Enam Bulan

Pemilih ganda menjadi potensi masalah dalam penetapan daftar pemilih jelang Pemiluhan Umum (Pemilu) 2024.

Penulis: Akhmad Rifqi Ramadhani | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani
Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antarlembaga (Humashubal) Bawaslu Pangkalpinang Luksin Siagian. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemilih ganda menjadi potensi masalah dalam penetapan daftar pemilih jelang Pemiluhan Umum (Pemilu) 2024.

Pendataan pemilih merupakan salah satu syarat dalam mempermudah dalam menggunakan hak pilih.

Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antarlembaga (Humashubal) Bawaslu Pangkalpinang Luksin Siagian menegaskan pemilih ganda berpotensi melakuan tindak pidana sesuai dengan Pasal 533 Pemilu.

Pasal tersebut berbunyi setiap orang yang memberikan suara lebih dari satu kali di satu TPS atau lebih maka akan dipidanakan paling lama 1 tahun 6 bulan atau denda paling banyak Rp18 juta.

"Data kependudukan ganda itu biasanya saat proses penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan sekarang kita belum tahap DPT, namun kita akan mempelajari kasus-kasus yang pernah terjadi pada pemilihan sebelumnya baik itu pilkada maupun Pemilu," jelas Luksin kepada Bangkapos.com pada Jumat (5/8/2022) siang.

Baca juga: Taufik Koryanto Resmi Gantikan Mendra Sebagai Wakil Ketua 1 DPRD Bangka

Baca juga: Awas Berani Bakar Hutan dan Lahan Bisa Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara Denda Rp 5 Miliar

Ia menilai berdasarkan  hasil penelusuran saat proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu ada temuan di daerah perbatasan antara Kabupaten Bangka dan Pangkalpinang di mana data kependudukan masyarakat sudah didaftarkan ke pemerintah Kabupaten Bangka namun masih memiliki KTP Pangkalpinang.

"Yang kita khawatirkan nanti jangan sampai ada kegandaan di daftar pemilih kita, DPT-nya ada di Bangka namun KTP-nya masih Pangkalpinang sehingga nanti berpotensi melakukan pemilihan dua kali karena ada tindak pidananya itu," tegasnya.

Baca juga: Mobil Pikap Tabrakan dengan Innova di Pangkalpinang, Sopir Diduga Mengantuk Tabrak Median Jalan

Baca juga: Pelaku Pencurian Dibekuk Tim Kobra Polres Bangka Tengah usai Maling Handphone dari Dalam Jok Motor

Oleh karena itu, kata dia Bawaslu Pangkalpinang akan mengantisipasi hal tersebut melalui jelajah pengawasan ketat terhadap  daerah perbatasan antar kabupaten dalam hal ini Pangkalpinang, Bangka Tengah, dan Bangka Selatan.

“Kalau hal tersebut dibiarkan, akan terjadi pemilih ganda. Jadi proses pemutakhiran data ini harus memermudah pemilih dalam menggunakan hak pilih, salah satunya agar orang itu didata berdasarkan domisilinya” tegasnya.

Dia mengimbau agar masyarakat dapat koperatif dan menjadi pengawal selama pelaksanaan Pemilu 2024 nanti.

"Masayarakat sebagai garda terdepan kalau ada bentuk-bentuk tindak kecurangan Pemilu segera laporkan ke bawaslu," saran Luksin.

(Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved