Breaking News:

Berita Bangka Barat

Ada 116 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Babar, Alta Fatra: Jangan Takut Melapor

Pada tahun 2020 ada kenaikan. Kenaikan tersebut terjadi lantaran pada saat ini tepat terjadi Pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Penulis: Yuranda | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Yuranda
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak, DP2KBP3A Babar, Alta Fatra. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka Barat mencatat, laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya mengalami turun naik.

Berdasarkan data yang diterima Bangkapos.com, sejak kurun waktu enam tahun, dimulai 2017 sampai 2022 terdapat 116 kasus kekerasan. Dari data tersebut ada peningkatan kasus di dua tahun yakni 2018 dan 2020.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak, DP2KBP3A Babar, Alta Fatra mengatakan, berdasarkan laporan sejak enam tahun terakhir kasus kekerasan perempuan dan anak mengalami naik turun.

Namun kata dia, pada tahun 2020 ada kenaikan. Kenaikan tersebut terjadi lantaran pada saat ini tepat terjadi Pandemi Covid-19 di wilayahnya.

"Naik turun kasus ini, kalau berdasarkan data yakni, tahun 2017 ada 19 kasus, 2018 sebanyak 35 kasus, 2019 ada 12 kasus, 2020 sebanyak 22 kasus, 2021 sebanyak 18 kasus, dan 2022 sebanyak 10 kasus. Di tahun 2018 dan 2020 paling banyak, ketika awal covid-19," kata Alta Fatra, di ruangnya Senin (8/8/2022).

Kata Alta, pada masa Pandemi Covid-19 tersebut memang ada peningkatan lantaran faktor penyebabnya anak-anak tidak masuk sekolah.

Dari 116 kasus dalam enam tahun itu, paling banyak kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang terdekat.

"Iya, karena banyak tidak sekolah. Kekerasan anak yang dilakukan oleh orang terdekat yang paling banyak. Di tahun 2022 ini ada dua kasus kekerasan perempuan dan delapan kasus anak, kebanyakan pelecehan," ujar Alta.

Jangan Takut Melapor

Lebih lanjut, Alta Fatra meminta masyarakat tidak takut melapor apabila mengalami tindak pelecehan atau kekerasan. Sebab lanjutnya korban maupun pelapor akan dilindungi sesuai dengan undangan - undang TPKS.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved